Penataan Taman Bertahap, Papan Ungu FKIP Muncul Lebih Awal Akibat Keterbatasan Waktu

Penataan Taman Bertahap, Papan Ungu FKIP Muncul Lebih Awal Akibat Keterbatasan Waktu

Sharing is Caring
       
  

Pantauan tim redaksi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta JITU pada Selasa (13/1) menunjukkan, pembangunan papan identitas berwarna ungu di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kini menjadi wajah baru fakultas tersebut. Kehadiran papan ungu bertuliskan “FKIP” tidak hanya mempercantik area kampus, tetapi juga berfungsi sebagai penanda identitas visual fakultas.

Pembangunan papan identitas ini merupakan hasil dari proses perencanaan yang cukup panjang. Penataan taman sejatinya telah direncanakan sejak 2018, namun belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan serta pergeseran alokasi anggaran dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara pada tahun 2025, rencana tersebut sempat kembali terancam gagal. Alokasi anggaran penataan taman tidak tersedia hingga awal Desember. Baru pada 4 Desember 2025, anggaran pemeliharaan akhirnya dialokasikan dengan tenggat waktu yang sangat singkat, yakni sebelum penutupan buku anggaran pada 10 Desember 2025. Dengan waktu efektif sekitar enam hari, pembangunan taman tidak memungkinkan dilakukan secara maksimal sesuai konsep awal.

Wakil Dekan Bidang Sarana dan Prasarana FKIP ULM, Dharmono, menjelaskan, keterbatasan waktu menjadi kendala utama dalam merealisasikan desain taman yang telah direncanakan sebelumnya.

“Konsep awalnya adalah taman dengan spot foto alami di bawah pepohonan. Namun karena waktu pengerjaan sangat terbatas, konsep tersebut tidak memungkinkan untuk diwujudkan,” ujarnya.

Dalam perencanaan awal, anggaran sekitar Rp300 juta disiapkan untuk pembangunan taman dengan konsep tersebut. Dengan waktu yang tersedia, pihak fakultas kemudian mencari rekanan yang sanggup menyelesaikan pekerjaan hingga 30 Desember 2025. Upaya tersebut tidak memungkinkan pembangunan taman tetap terlaksana, meskipun diusahakan dengan penyesuaian desain dan skala pengerjaan.

Karena keterbatasan waktu, pembangunan taman tidak dapat direalisasikan. Sebagai alternatif, sisa anggaran yang ada kemudian digunakan untuk membuat papan identitas FKIP sebagai ciri khas fakultas. Selama ini, FKIP dinilai belum memiliki penanda visual yang jelas, baik untuk menyambut tamu maupun sebagai latar dokumentasi kegiatan.

“Selama ini kalau ada tamu atau kegiatan, tidak ada penanda yang menunjukkan ini FKIP. Karena itu kami merasa perlu menghadirkan identitas visual yang jelas,” tukas Dharmono.

Tulisan “FKIP” dipilih sebagai elemen utama dengan warna ungu sebagai dasar. Menurut Dharmono, warna ungu merupakan identitas FKIP, sementara tulisan berwarna kuning melambangkan identitas Universitas Lambung Mangkurat. Papan tersebut juga dilengkapi pencahayaan agar tetap terlihat jelas pada malam hari dan dapat dimanfaatkan sebagai latar foto.

Sejumlah rencana lanjutan, seperti pengecatan latar tambahan dan pengembangan spot foto lain, belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, keberadaan papan ungu FKIP diharapkan dapat menjadi fasilitas bersama bagi mahasiswa, dosen, alumni, maupun tamu, sekaligus memperkuat identitas visual FKIP di lingkungan kampus.

Penulis: Dewi & Aries

Penyunting: Kiki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *