FKIP ULM Siapkan Penataan Parkir dan Fasilitas Mahasiswa, Realisasi Tergantung Anggaran!

FKIP ULM Siapkan Penataan Parkir dan Fasilitas Mahasiswa, Realisasi Tergantung Anggaran!

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU — Tim redaksi LPM Warta JITU melakukan janji temu dengan Wakil Dekan Bidang Sarana dan Prasarana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Selasa (13/1) guna kepentingan pemberitaan terkait rencana pengembangan sarana dan prasarana fakultas.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM merencanakan sejumlah pengembangan fasilitas kampus yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2026. Pengembangan tersebut mencakup penataan lingkungan fakultas, fasilitas aktivitas mahasiswa, penunjang pembelajaran, hingga pembenahan infrastruktur dasar kampus.

Salah satu rencana yang disiapkan Wakil Dekan Bidang Sarana dan Prasarana FKIP ULM, Dharmono adalah penataan taman yang berkaitan dengan pembenahan area parkir.

Selama ini, kondisi parkiran di lingkungan FKIP dinilai belum tertata, dengan permukaan jalan yang berlubang dan berbatu. Ke depan, area parkir direncanakan akan diratakan serta dilengkapi jalur dan marka parkir yang jelas guna mencegah kendaraan yang parkir sembarangan.

“Parkiran akan kami tata secara bertahap, mulai dari pembagian jalur mobil dengan garis pembatas hingga penataan dari area depan sampai ke belakang fakultas,” tukasnya.

Selain itu, area parkir di sekitar asrama juga direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi parkir mahasiswa. Penataan tersebut akan disesuaikan dengan rencana pembangunan gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dirancang memiliki dua lantai dan ditargetkan rampung pada 2026.

Seiring dengan pembenahan tersebut, FKIP juga merencanakan pembangunan ruang aktivitas mahasiswa di area sekitar bangunan bioflok yang berada di samping asrama. Bangunan tersebut akan direhabilitasi menjadi ruang semi terbuka yang dapat digunakan untuk rapat, pertemuan, dan kegiatan organisasi mahasiswa.

“Di sana nantinya akan disiapkan fasilitas penunjang seperti toilet dan sistem tata suara, sehingga mahasiswa tidak perlu lagi bergantung pada gedung lain untuk kegiatan nonakademik,” ucapnya.

Selain infrastruktur fisik, FKIP juga menaruh perhatian pada revitalisasi jaringan listrik, khususnya di Gedung FKIP 2 yang menaungi Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD). Menurut Dharmono, kondisi instalasi listrik yang tidak tertata menyebabkan ketidakstabilan tegangan dan berdampak pada kerusakan sejumlah peralatan pembelajaran.

“Instalasi listrik yang tidak rapi berpengaruh pada daya listrik dan menyebabkan beberapa peralatan cepat rusak. Karena itu, pembenahan jaringan listrik menjadi salah satu prioritas,” ujarnya.

Peningkatan fasilitas pembelajaran juga direncanakan melalui pengadaan pendingin ruangan (AC) dan perangkat LCD permanen di setiap ruang kelas. Dengan sistem permanen tersebut, mahasiswa tidak perlu lagi meminjam atau membawa peralatan tambahan saat proses perkuliahan berlangsung.

Meski demikian, Dharmono mengakui bahwa realisasi seluruh rencana pengembangan fasilitas tersebut masih bergantung pada kebijakan dan ketersediaan anggaran universitas. Efisiensi anggaran yang diperkirakan mencapai 25 hingga 30 persen berpotensi memengaruhi pelaksanaan sejumlah program yang telah direncanakan.

“Rencana tetap ada, tetapi pelaksanaannya menyesuaikan dengan kondisi anggaran dan kebijakan universitas,” tutupnya.

Besar harapan pengembangan fasilitas di lingkungan FKIP ULM direncanakan akan dilakukan secara bertahap hingga 2026 sembari menunggu kepastian anggaran dan kebijakan lanjutan dari pihak universitas.

Penulis: Dewi

Penyunting: Hani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *