Konsekuensi Ketidakpercayaan yang Mencekam dalam Film Siksa Kubur (2024)

Konsekuensi Ketidakpercayaan yang Mencekam dalam Film Siksa Kubur (2024)

Sharing is Caring
       
  

Sumber: https://siksakubur.movie

Judul: Siksa Kubur

Genre: Horor, Religi

Parental Guidance: 17+

Pemeran: Faradina Mufti, Reza Rahadian, Widuri Puteri, Muzakki Ramdhan, Christine Hakim, Fachri Albar, Happy Salma, Jajang C. Noer, Putri Ayudya, Slamet Rahardjo, Arswendy Bening Swara, Niniek L. Karim, Runny Rudiyanti, Henry Manampiring.

Sutradara: Joko Anwar

Produser: Tia Hasibuan

Penulis: Joko Anwar

Bahasa: Bahasa Indonesia

Rumah Produksi: Come and See Pictures, Rapi Films, Legacy Pictures, IFI Sinema.

Tanggal Rilis (Bioskop): 11 April 2024 (Indonesia)

Durasi: 1 jam 57 menit

“Tidak perlu melihat untuk percaya,” kutipan yang sering diucapkan dalam film “Siksa Kubur” yang mengadaptasi film pendek Grave Torture (2012), karya sutradara ternama yang menghadirkan film horor sukses seperti Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam, Joko Anwar. Film ini diproduksi oleh Come and See Pictures serta Rapi Film dan tayang serentak pada 11 April 2024 di seluruh bioskop Indonesia. Diperankan oleh Faradina Mufti (Sita) dan Reza Rahadian (Adil), serta beberapa aktor ternama lainnya seperti Christine Hakim, Jajang C. Noer dan Slamet Rahardjo.

Jajaran pemain film Siksa Kubur

Sumber: Instagram @siksakubur.movie

Film ini mengisahkan tentang kehidupan masa kecil Sita (Widuri Puteri) dan Adil (Muzakki Ramdhan) yang hidup dalam keharmonisan keluarga, dipenuhi kasih sayang dari Ayah (Fachri Albar) dan Ibu (Happy Salma). Namun, tragedi besar menghantam keluarga harmonis itu ketika kedua orang tua mereka meninggal secara tragis dalam sebuah serangan bom bunuh diri.

Tragedi tersebut memberikan trauma mendalam bagi Sita yang mengubah pandangannya terhadap agama. Berbagai upaya dilakukan Sita dalam pencarian orang paling berdosa, termasuk bertemu dengan sosok yang kejam. Namun, keputusan nekatnya untuk membuktikan ketiadaan siksa kubur dan ketidaknyataan agama memicu konsekuensi mengerikan, bahkan bagi dirinya sendiri.

Kelebihan film ini terletak pada cara Joko Anwar yang mengemas berbagai “dosa” yang dilakukan manusia dari tindakan bullying, pelecehan seksual, pembunuhan, perselingkuhan, hanya dengan dua latar tempat. Tentu dengan dua latar tempat ini memberikan kemudahan penonton untuk memahami berbagai sudut pandang “dosa” dan kesannya tidak terlalu bertele-tele dalam memvisualisasikan suasana dengan banyaknya sudut pandang tersebut. Selain itu, tata suara yang menghadirkan ambiance dan atmospheric yang memacu adrenalin, ketegangan, dan mencekam penonton sepanjang penayangannya.

Namun, bagi Anda penyuka film horor ringan yang sering menampilkan jumpscare dan adegan seram lainnya, film Siksa Kubur ini cukup berbeda. Dengan mengusung genre horor religi psikologis cenderung baru di sub genre horor dalam perfilman Indonesia, Siksa Kubur mengajak penonton untuk memahami alur cerita lebih mendalam, keterkaitan masa lalu tokoh dan masa sekarang serta merasakan hal-hal seram dan gelisah secara tidak tersirat.

Dalam film “Siksa Kubur”, Joko Anwar berhasil menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur melalui genre horor, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan muhasabah diri dari berbagai sudut pandang. Melalui latar yang sederhana, film ini memperlihatkan betapa dalamnya trauma dan pencarian makna agama dalam kehidupan Sita, serta konsekuensi tragis dari ketidakpercayaan yang nekat. Visual yang menghadirkan beragam “dosa” manusia, ditambah dengan tata suara yang memacu adrenalin, “Siksa Kubur” mengajak penonton untuk mempertimbangkan dampak dari tindakan dan keyakinan mereka dalam kehidupan. Skor akhir 8,5/10, bagi kalian pecinta film horor namun ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda dari film horor lainnya, sangat sayang untuk dilewatkan pada lebaran tahun ini!

Nah, bagaimana, Sobat JITU? Apakah Anda tertarik untuk menonton film Siksa Kubur lebaran kali ini? Jangan lupa berikan pendapatmu kalian setelah menonton film tersebut di kolom komentar!

Penulis: Rezaldi

Penyunting: Mike, Khiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *