Mandek Bertahun-tahun, Wakil Dekan FKIP ULM Pastikan Akhir Tahun Ini Gedung PPG Rampung

Mandek Bertahun-tahun, Wakil Dekan FKIP ULM Pastikan Akhir Tahun Ini Gedung PPG Rampung

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU— Pembangunan gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi sorotan karena berbagai kendala yang muncul selama prosesnya.

Proyek yang awalnya direncanakan selesai pada 2023/2024 ini menghadapi tantangan besar, mulai dari persoalan pendanaan hingga dinamika kebijakan, sebelum akhirnya ditargetkan selesai pada 2025.

Semula, gedung PPG ini dirancang memiliki tiga lantai dengan alokasi anggaran mencapai Rp20 miliar. Namun, berbagai kendala mengharuskan penyesuaian, termasuk perubahan menjadi dua lantai.

Kontroversi Pendanaan PNBP

Pada tahap awal, pembangunan gedung menggunakan dana Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh dari pemotongan 50% anggaran operasional seluruh program studi di FKIP ULM. Langkah ini menuai kritik karena memengaruhi kegiatan akademik di fakultas.

“Pemotongan anggaran operasional program studi sebesar itu jelas berdampak pada aktivitas akademik. Namun, saat itu, kebijakan ini diambil untuk memastikan pembangunan tetap berjalan,” ujar Wakil Dekan II FKIP ULM, Dharmono, saat diwawancarai pada Selasa (14/1).

Lebih jauh, penggunaan dana PNBP untuk pembangunan infrastruktur bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Sesuai regulasi, pembangunan gedung harus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau dana rupiah murni.

Hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), rekomendasi Inspektorat Jenderal (Irjen), dan arahan pihak rektorat kemudian menghentikan pendanaan proyek melalui PNBP.

Perubahan dan Penghentian Sementara

Pada tahun pertama, pembangunan sempat berjalan dengan alokasi dana PNBP. Namun, masa jabatan dekanat sebelumnya berakhir pada 2023, diikuti dengan rekomendasi untuk menghentikan penggunaan PNBP bagi proyek ini.

Pada tahun 2023/2024, proyek ini hanya dialokasikan dana Rp1,2 miliar untuk perawatan gedung yang sudah terbangun sebagian. Namun, perawatan ini terkendala karena ketiadaan bahan baku di Kalimantan Selatan.

Alokasi dana sebelumnya sebesar Rp5,6 miliar juga dihentikan untuk mendukung rekomendasi yang melarang penggunaan PNBP.

“Walaupun dihentikan sementara, proyek ini tidak benar-benar ditinggalkan. Semua perizinan sudah rampung, dan kami terus mencari solusi agar pembangunan bisa diselesaikan,” jelas Dharmono.

Tambahan Sarana dan Prasarana FKIP

Selain pembangunan gedung PPG, FKIP ULM juga merencanakan pengembangan sarana lain yang ditargetkan selesai pada akhir 2025. Dharmono mengungkapkan, dua gedung aktivitas mahasiswa akan dibangun untuk mendukung kegiatan kemahasiswaan sehingga ruang perkuliahan tidak lagi digunakan untuk keperluan tersebut.

“Adanya gedung aktivitas mahasiswa akan membuat ruang perkuliahan lebih optimal untuk kegiatan belajar-mengajar,” ungkapnya.

FKIP ULM juga akan membangun sebuah gedung olahraga indoor di Kampus Banjarbaru. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung potensi mahasiswa, terutama dalam pengembangan bakat olahraga.

“Total ada tiga sarana dan prasarana yang akan selesai pada 2025. Ini adalah komitmen kami untuk meningkatkan kualitas fasilitas di FKIP ULM,” tambahnya.

Target Penyelesaian pada 2025

Dengan masuknya APBN sebagai sumber pendanaan, pembangunan gedung PPG FKIP ULM kini memiliki landasan keuangan yang lebih stabil. Proyek ini direncanakan rampung pada akhir 2025, memberikan waktu cukup untuk penyelesaian tanpa kendala besar.

“Harapannya, dengan APBN, pembangunan dapat selesai sesuai standar. Kami ingin gedung ini benar-benar siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan PPG dan pengembangan pendidikan di FKIP ULM,” tegas Dharmono.

Harapan Baru untuk FKIP ULM

Gedung PPG FKIP ULM dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas, seperti pelatihan guru, penelitian, dan pengembangan profesi pendidik. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan FKIP ULM sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era global.

“Pembangunan ini mencerminkan komitmen kami untuk masa depan pendidikan di Kalimantan Selatan. Dengan fasilitas yang memadai, FKIP ULM akan menjadi pusat pengembangan pendidik profesional,” tutup Dharmono.

Pembangunan gedung PPG FKIP ULM beserta sarana pendukung lainnya mencerminkan dedikasi bersama dalam pengembangan pendidikan. Meski diwarnai berbagai tantangan, proyek ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan komitmen untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan target penyelesaian pada 2025, sarana tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Selatan.

Penulis: Dewi, Aries

Penyunting: Nova Lisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *