Bukan Terminal Umum! ULM Perketat Keamanan Kampus dengan Palang Parkir

Bukan Terminal Umum! ULM Perketat Keamanan Kampus dengan Palang Parkir

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tengah mempersiapkan penerapan sistem keamanan baru melalui pemasangan palang parkir. Kebijakan ini bertujuan menjaga keamanan kendaraan dan membatasi akses ke area kampus bagi warga yang tidak berkepentingan.

Sosialisasi terkait kebijakan ini telah dimulai untuk memberikan pemahaman kepada civitas akademika dan masyarakat umum. Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Arief Rahmad Maulana, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan hanya warga kampus, terutama mahasiswa, yang dapat mengakses area kampus.

“Kami akan menjadikan area kampus sebagai area terbatas. Artinya, hanya mereka yang berkepentingan dengan kampus yang bisa masuk. Kampus ini bukan terminal yang bisa dimasuki oleh siapapun secara bebas,” tegas Arief saat diwawancarai daring pada (9/1).

Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Arief Rahmad Maulana saat diwawancarai daring (Dewi/Warta JITU)

Sebagai bagian dari kebijakan ini, mahasiswa ULM yang membawa kendaraan, wajib memiliki stiker khusus. Stiker tersebut dapat diperoleh melalui fakultas masing-masing dengan menunjukkan Kartu Mahasiswa dan STNK kendaraan kepada petugas keamanan. Kendaraan yang memiliki stiker akan diizinkan masuk tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, masyarakat umum tetap diberikan akses untuk berolahraga di area kampus pada sore hari. Pengunjung yang berjalan kaki dapat masuk tanpa karcis, sedangkan yang membawa kendaraan diwajibkan mengambil karcis di gerbang masuk dan menyerahkannya saat keluar.

“Orang-orang luar yang saat sore sering berolahraga diperbolehkan masuk seperti biasa kalau jalan kaki, tapi kalau bawa kendaraan, harus ngambil karcis, nanti di pintu keluar diserahkan,” ungkap Arief.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan kebijakan yang diberlakukan untuk pengunjung tidak dikenakan biaya. Jadi, hanya menunjukkan dan menyerahkan kembali karcis agar ULM lebih tertib.

“Kami tidak bertujuan mencari pendapatan dari kebijakan ini. Semua dilakukan demi keamanan civitas akademika ULM,” tambahnya.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi potensi tindak kriminal, seperti pencurian kendaraan, serta menciptakan lingkungan kampus yang lebih tertib dan aman. Penerapan penuh sistem keamanan ini direncanakan mulai berlaku pada bulan Januari.

Penulis: Asil

Penyunting: Nova Lisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *