Memahami Dampak dari Sebuah Perang Melalui Film “Grave of The Fireflies”

Sharing is Caring
       
  

Judul: Grave Of The Fireflies

Genre: Drama, Historical

Sutradara: Isao Takahata

Durasi: 89 Menit

Tanggal Rilis: 16 April 1988

Studio: Ghibli

Negara: Jepang

Jenis Film: Animasi

Grave of The Fireflies atau dalam bahasa Jepang biasa disebut Hotaru No Haka, merupakan sebuah film animasi Jepang yang di angkat berdasarkan pada sebuah cerpen dengan judul yang sama karya Akiyuku Nosaka. Dirilis pada tahun 1988, film ini mengisahkan tentang seorang kakak beradik yang harus berjuang untuk hidup mandiri karena pada saat itu tengah terjadi perang dunia kedua yang juga melibatkan negara tempat mereka tinggal, yaitu Jepang. Pada majalah Time Out, Grave of The Fireflies berhasil menduduki peringkat 11 teratas pada kategori “50 Film Perang Dunia Kedua Terbaik” sehingga tidak heran jika film yang memiliki alur sedih ini memiliki cukup banyak peminat.

Sinopsis

Berlatar di kota Kobe, Jepang, seorang remaja bernama Seita beserta adiknya Setsuko sedang tinggal bersama ibunya, karena sang ayah merupakan prajurit perang dan tengah bertugas membuat Seita harus mampu untuk menggantikan peran ayahnya terlebih ketika sirene perang berbunyi dia harus bisa mengajak keluarganya pergi mengungsi ke tempat yang aman, namun, pada suatu waktu sang ibu telat mengungsi sehingga ledakan bom membuatnya meninggal, kepergian sosok ibu menjadi pukulan tersendiri bagi Seita, karena kejadian ini juga, akhirnya membuat bibinya menampung Seita dan adiknya, awalnya hubungan si bibi dengan Seita baik-baik saja sama seperti pada keluarga umumnya namun lambat laun kehadiran Seita pada keluarga bibinya makin terasa seperti beban, kenyataan itu di dapat dari perlakuan sang bibi yang selalu ketus ketika berbicara kepadanya karena hal ini akhirnya Seita memutuskan untuk pergi bersama adiknya dari rumah sang bibi meskipun hanya dengan bermodalkan nekat karena Seita sebenarnya juga tidak memiliki tujuan, ketika tengah menyusuri jalanan Seita melihat shalter perlindungan peninggalan perang terdahulu dan dia menggunakan tempat itu untuk bertahan hidup, seiring waktu berjalan kehidupan mereka sungguh tentram bersanding dengan canda tawa, namun, karena tidak memiliki pendapatan untuk kebutuhan pangan, akhirnya membuat Setsuko meninggal karena kurang gizi, kepergian adiknya membuat Seita berkelana di sekitar stasiun hingga akhirnya dia juga meninggal karena elaparan.

Seita dan adiknya yang bernama Setsuko.

Kelebihan

Kelebihan pada film ini ialah berhasilnya sebuah pesan yang ingin di sampaikan oleh pencipta cerita untuk di pahami oleh penikmatnya, bahwa perang hanya selalu berakhir dengan menyisakan banyak cerita sedih, terutama pada warga sipil yang juga ikut terdampak, meskipun mereka tidak terjun secara langsung ke medan peperangan. Oleh karena itu, untuk orang-orang yang memiliki pandangan bahwa perang selalu identik dengan perasaan keren, saya rasa film ini cukup mampu untuk mengubah pola pikir Anda. Selain itu, kegigihan seorang kakak untuk selalu merawat sang adik baik secara jasmani maupun batin juga berhasil membuat penonton terharu serta memberikan rasa iba.

Kekurangan

Film Grave of The Fireflies lahir pada tahun 1988, di tahun itu kualitas visual pada sebuah film animasi Jepang masih belum terlalu maju karena teknologi masih kurang memadai sehingga pada beberapa adegan, gerakan dari sang tokoh masih terasa cukup kaku, hal ini tentu menjadi sedikit kekurangan yang dimiliki oleh film karya studio Ghibli ini, namun terlepas dari itu, film ini memiliki pewarnaan yang bagus  dan terlihat cukup natural pada visualnya sehingga mampu untuk memanjakan mata penonton. 

Penulis: Adt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *