Tetap Mengudara dengan Prinsip, RRI Hadapi Era Digitalisasi

Tetap Mengudara dengan Prinsip, RRI Hadapi Era Digitalisasi

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Banjarmasin terus beradaptasi menghadapi tantangan digitalisasi media. Meski kemunculan berbagai platform daring telah mengubah pola konsumsi publik dalam menerima informasi, RRI tetap menjalankan perannya sebagai media verifikator dan penyampai informasi yang kredibel secara konsisten.

Kepala LPP RRI Banjarmasin, Nandang Supriadi menyebut, keberadaan RRI sudah hampir seumur dengan usia kemerdekaan Indonesia. Sejak awal berdiri, RRI berfungsi sebagai media elektronik yang berperan penting dalam penyebaran informasi publik.

“Dulu RRI berperan sebagai propaganda militer, namun sekarang lebih pada media pencerahan dan pendidikan publik. Kami mendorong interaksi yang sehat, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman,” ujarnya.

Nandang menambahkan, peran RRI kini lebih difokuskan untuk menghadirkan berita yang bersifat edukatif dan menempatkan persoalan pada konteksnya di tengah arus informasi yang semakin masif.

“RRI lebih kepada lintas berita yang sifatnya mendudukkan dan memberi pencerahan bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi bersama LPM Warta JITU FKIP ULM, para pengurus dan anggota penuh mengajukan sejumlah pertanyaan terkait strategi RRI dalam menarik minat generasi muda.

Menanggapi hal tersebut, Herry Purwanto, Ketua Tim Konten Media Baru RRI Banjarmasin menjelaskan, lembaganya kini aktif di berbagai media sosial.

“Kami masuk di semua platform media sosial agar informasi yang kami siarkan tidak tertinggal. Tapi tetap, kami punya tanggung jawab mencerdaskan masyarakat. Bahkan lagu yang diputar pun kami seleksi,” tuturnya.

Herry juga menegaskan, RRI tidak hanya menyesuaikan konten, tetapi juga memperkuat prinsip verifikasi berita dalam menghadapi era digital.

“Setiap hari kami menjalankan program cek fakta tiga kali. Kalau berita tidak memenuhi unsur 5W+1H, maka tidak akan kami tayangkan, meski viral,” jelas Herry.

Sejalan dengan pernyataan Herry, Muktasim Daironi, Ketua Tim Teknologi Media Baru RRI Banjarmasin juga menyampaikan, teknologi menjadi tulang punggung keberlangsungan siaran di berbagai daerah.

“Pemancar RRI tidak hanya di Banjarmasin, tapi juga di Kotabaru, Kandangan, dan lainnya. Kami terus memperbarui perangkat lunak dan sistem agar siaran tetap berjalan optimal,” ungkap Muktasim.

Sementara itu, Muzaki, Kepala Bagian Tata Usaha menyampaikan, kunci bertahannya RRI di tengah persaingan digital adalah komitmen terhadap akurasi dan inovasi.

“Kami tidak bisa memaksa masyarakat untuk mengonsumsi konten kami, tapi kami berusaha agar konten yang disiarkan tetap kredibel dan relevan,” tuturnya.

Muzaki juga menambahkan, pihaknya selalu terbuka dalam menerima mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman langsung magang di RRI.

“RRI selalu terbuka untuk mahasiswa yang ingin belajar langsung. Cukup dengan surat pengantar dari program studi,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan ucapan apresiasi yang disampaikan oleh Nandang kepada generasi muda yang masih menaruh minat terhadap dunia penyiaran publik.

“Kami berterima kasih karena teman-teman Gen Z masih mau belajar. Teruslah berinovasi dan berkreasi, sebab ide-ide kreatif kalian juga bisa dipublikasikan di RRI,” tutupnya.

Penulis: Dewi

Penyunting: Nada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *