Forum Sineas Banua Gelar Bioskop Bisik Volume 2, Ajak Teman Disabilitas Menikmati Film

Forum Sineas Banua Gelar Bioskop Bisik Volume 2, Ajak Teman Disabilitas Menikmati Film

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU — Forum Sineas Banua (FSB) sukses adakan kegiatan Bioskop Bisik Volume 2 pada Jum’at (14/3) di Wetland Square Banjarmasin. Acara ini dimulai pukul 14.00 hingga 18.30 WITA, dihadiri oleh teman-teman penyandang disabilitas netra dan rungu, serta tamu undangan.

Layar film Banjar inklusif ini hadirkan lokakarya bahasa isyarat, pelatihan produksi audio deskripsi untuk tuna netra, dan teknik penulisan subtitle film untuk tuna rungu dengan mendatangkan pemateri yang ahli di bidangnya.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan penayangan tiga film pendek lokal, yaitu Bacakut Pandir, Bukan Tempat Bermain, dan Ajak Tukup.

Ketiga film tersebut telah disesuaikan agar bisa dinikmati bersama dengan teman disabilitas netra dan rungu. Bagi teman netra disediakan headphone dengan audio deskripsi yang menjelaskan adegan dan visual film.

Sementara itu, teman rungu dapat menikmati film dengan subtitle yang diterjemahkan oleh juru bahasa isyarat. Acara ini diakhiri dengan buka puasa bersama.

Juru bahasa isyarat sekaligus narasumber, Adelia Ananda Putri, membeberkan materi seputar film dan bahasa isyarat yang ia sampaikan.

“Materi yang disampaikan berjudul ‘Memahami Konteks Film dan Bahasa Isyarat’, sub materinya yaitu budaya tuli, perbedaan antara bahasa isyarat Bisindo dan Sibi, proses atau alur penjurubahasaan, dan sedikit belajar bahasa isyarat Bisindo bersama tutor tuli, Ahmat Sabirin,” ujar Adelia.

Bioskop Bisik merupakan kegiatan yang menerapkan prinsip kesetaraan, keterbatasan fisik bukan menjadi sebuah penghalang.

Ketua Forum Sineas Banua, Munir Shadikin, menyatakan, mereka mengupayakan visi dan misi untuk mendistribusikan film seluas-luasnya, tidak hanya dalam cakupan wilayah, tetapi juga kepada berbagai kalangan.

Salah satu kelompok yang selama ini belum tersentuh adalah penyandang disabilitas, terutama teman tuli, bisu, dan buta.

Ketua Forum Sineas Banua, Munir Shadikin saat diwawancarai (Zulfa/Warta JITU)

“Selama ini yang belum tersentuh ialah teman-teman disabilitas, padahal mereka juga punya hak sosial yang sama untuk menikmati berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan. Kami ingin memberi akses kepada mereka, terutama teman tuli, bisu, dan buta agar bisa menikmati film,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan respon dan dukungan positif dari pihak terkait.

“Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai sponsor utama, juga difasilitasi oleh Dinas Sosial Kalsel. Hal itu banyak membantu kami terkoneksi dengan teman-teman penyandang disabilitas se-Kalimantan Selatan. Kami juga berkolaborasi dengan Yayasan Hasnur Centre dan Wetlandsquare,” ungkapnya.

Ia berharap, teman-teman yang bergelut di bidang seni dan budaya lebih melek terhadap penyediaan sarana menonton film kepada para penyandang disabilitas.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa memantik teman-teman yang berkegiatan di bidang seni dan budaya agar memberikan akses kepada penyandang disabilitas terutama teman tuli, bisu, dan buta supaya bisa menikmati film karena mereka juga berhak dan mampu menonton film,” tutupnya.

Penulis: Zulfa dan Aulia R

Penyunting: Nova Lisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *