Banjarmasin, Warta JITU — Kerusakan jalur pemandu (guiding block) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akibat banjir hingga kini belum dapat diperbaiki.
Jalur yang berfungsi sebagai penunjuk arah bagi mahasiswa disabilitas itu rusak di beberapa titik, sehingga menyulitkan pengguna dalam beraktivitas di kampus.
Wakil Dekan II FKIP ULM, Dharmono, menjelaskan bahwa pihak fakultas telah mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk memperbaiki fasilitas tersebut.

Namun, hingga kini pengajuan tersebut belum disetujui oleh rektorat akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Kami ingin segera memperbaiki guiding block dan fasilitas lain yang rusak, tetapi RAB kami belum diterima oleh rektorat,” ujar Dharmono saat diwawancarai, Kamis (13/2).
Ia menyebutkan bahwa saat ini anggaran yang tersedia sangat terbatas.
“Dana yang tersisa sekarang hanya uang pangkal. Itu pun hanya cukup untuk membayar keperluan rutin seperti listrik, air, dan langganan koran. Untuk alokasi lainnya, belum ada dana yang tersedia,” jelasnya.
Akibat kondisi ini, berbagai kebutuhan operasional kampus terpaksa tertunda, termasuk perbaikan fasilitas dan kegiatan akademik di program studi.

Dharmono mengatakan pihaknya telah mengimbau setiap program studi agar menyesuaikan kegiatan mereka.
“Kalau ada kegiatan yang memerlukan anggaran besar, lebih baik ditunda dulu sampai anggaran benar-benar tersedia,” tegasnya.
Meski begitu, Dharmono berharap agar pengajuan anggaran segera disetujui oleh rektorat.
“Kami tetap mencari solusi terbaik. Semoga situasi ini segera membaik sehingga kegiatan kampus dapat kembali berjalan normal,” tutupnya.
Penulis: Dewi Saputri
Penyunting: Nova Lisa
