BEM dan Ormawa se-ULM Nyatakan Sikap, Tuntut 5 Hal ini ke Rektorat

Sharing is Caring
       
  

BANJARMASIN, WARTA JITU – Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar konsolidasi dan diskusi bersama terkait kebijakan migrasi Fasilitas Kesehatan (Faskes) ke Lambung Mangkurat Medical Center (LMMC). Kegiatan yang diinisiasi oleh BEM ULM ini dilaksanakan di depan Sekretariat BEM ULM, pada Rabu sore (7/2/2024).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ULM terpilih 2024, Muhamad Syamsu Rizal memaparkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan suara atas polemik yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.

“Pertama kami dari KM ULM menyatakan sikap atas keresahan yang sudah terjadi beberapa hari lalu. Kemudian menghimpun massa dari tiap fakultas untuk sama-sama sepakat dan sepaham bahwa hari ini semua kebijakan dari rektorat harus dikawal bersama dan partisipasi mahasiswa harus ada disitu,” ujar Mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM Angkatan 2020 ini.

Ia menambahkan, kegiatan ini mengundang seluruh perwakilan BEM dan Ormawa di lingkup ULM, baik yang dari Banjarmasin maupun Banjarbaru.

“Kegiatan hari ini dihadiri oleh kawan-kawan dari BEM di sebelas fakultas, kawan-kawan pimpinan dari UKM Universitas, dan juga Ormawa di tiap Fakultas,” ungkapnya.

Kegiatan ini dimulai dari penyampaian hasil audiensi antara BEM dan DPM ULM bersama Rektorat, kemudian dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab, serta ditutup dengan pernyataan sikap secara serentak.

Tuntutan KM ULM kepada pihak Rektorat

Konsolidasi dan diskusi bersama ini menghasilkan beberapa tuntutan antara lain:

  1. Siap mengawal segala bentuk perancangan kebijakan yang dikeluarkan oleh Rektorat ULM serta menuntut adanya partisipasi mahasiswa dalam bentuk forum temu antara rektorat dan stakeholder terkait bersama seluruh elemen mahasiswa di tingkat Universitas maupun Fakultas secara berkala;
  2. Meminta pihak Universitas apabila ada suatu kebijakan untuk diadakan Konferensi Pers yang mengundang seluruh Lembaga Pers Mahasiswa baik di tingkat Universitas maupun Fakultas;
  3. Menuntut adanya penyempurnaan sistem, pemutakhiran data, serta pelayanan informasi yang merata dalam sosialisasi secara besar-besaran.
  4. Menuntut rektorat untuk melaksanakan sosialiasi dengan muatan yang menyangkut penjelasan mengenai statuta ULM yaitu PTN BLU serta perancangan kebijakan yang memperhatikan asas kesetaraan;
  5. Menuntut pihak rektorat dalam pelaksanaan kebijakan harus memperhatikan dan mengutamakan hak-hak mahasiswa agar tetap bisa didapatkan tanpa harus ada intervensi dari pihak manapun.

Menurut Syamsu, tindakan yang akan diambil selanjutnya ialah menyampaikan hasil diskusi dan berharap pihak rektorat kembali mengadakan pertemuan dengan semua elemen mahasiswa.

“Harapannya bisa ada temu forum atau audiensi terkait dengan penyampaian rektorat maupun stakeholder terkait seluruh elemen mahasiwa sebagai bentuk transparansi rektorat dan pemangku kebijakan lainnya,” ucap eks Kepala Departemen Pergerakan BEM ULM 2023 ini.

Di tempat yang sama, Ketua BEM FH ULM 2024, Diva Chandra menilai kegiatan semacam ini merupakan wujud keresahan mahasiswa. Ia turut mengapresiasi BEM dan DPM ULM karena telah memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya lewat forum ini.

“Ini salah satu bentuk keresahan kita sebagai mahasiswa karena isu yang sedang kita hadapi ini bukan hanya sekadar kebijakan, tetapi bagaimana melihat ULM kedepannya. Apresiasi kepada teman-teman BEM ULM dan DPM ULM mampu mewadahi, juga kan salah satunya KM ULM ini peduli terhadap kampus kita,” kata Mahasiswa Fakultas Hukum Angkatan 2021 itu.

Selain itu, dirinya mengaku kontra dengan kebijakan baru dari rektorat karena kurangnya sosialisasi dan ketidakjelasan koordinasi antar rektorat dengan fakultas.

“Pihak rektorat untuk mengambil kebijakan, pertimbangkan juga dengan persiapan yang pasti dan sudah dipikirkan langkah-langkahnya, sudah siap segala bentuk program ataupun regulasi yang dikeluarkan, juga mempertimbangkan apakah mahasiswa ini mampu untuk menjalankan regulasi yang telah ditetapkan,” jelas Diva.

Terakhir, ia juga berharap agar mahasiswa selalu mengawal segala kebijakan yang ditetapkan di lingkungan universitas karena mahasiswa yang nantinya akan menjalani itu semua.

“Kita sama-sama mengawal apapun kebijakan dari kampus itu kita yang menjalankan kebijakan, kita juga harus terlibat dalam kebijakan tersebut apakah kebijakan ini relevan atau tidak, bisa kita laksanakan atau tidak,” tutupnya.

Penulis: Fahmi

Penyunting : Khiara

Foto: Dok. BEM ULM 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *