
Rabu (11/3) Sejatinya, parkiran merupakan salah satu fasilitas yang seharusnya memberikan kenyamanan yang memadai bagi pengendara motor, tetapi lain dengan kenyataan yang ditemukan di FKIP ULM.
Lahan parkir yang sempat tergenang akibat hujan deras pada Senin (9/3) kemarin menghasilkan respon di kalangan mahasiswa. Aksi petisi bertajuk #ParkiranTerapung dan #PeduliParkiran ramai diperbincangkan oleh mahasiswa FKIP ULM. Sebelum aksi tersebut diturunkan, beberapa mahasiswa beramai-ramai mengunggah foto lahan parkir yang tergenang melalui akun sosial media.
Sebenarnya, lahan parkir yang kurang layak sudah dari dulu menjadi topik utama bahasan. Sayangnya, sampai saat ini masih belum ada tindakan dari dekanat kampus terkait kapan lahan tersebut diperbaiki. Oleh karena itu, para ormawa mewadahi mahasiswa untuk mengangkat isu fasilitas fakultas ini melalui petisi.

Dibawah naungan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FKIP ULM, para ormawa ikut menggerakan aksi ini dengan cara memasang spanduk yang berisikan tanda tangan mahasiswa FKIP ULM di dekat lahan parkir sebagai bentuk dukungan merealisasikan adanya fasilitas kampus yang memadai.
Dalam aksi ini, banyak mahasiswa mengutarakan tentang ketidaknyamanan terhadap fasilitas parkiran, mulai dari lahan parkir yang berlubang dan becek, bayaran parkir jalan terus tetapi tidak ada perbaikan sistem, posisi motor sangat berdempetan sehingga memicu banyak goresan, sampai pada saat hujan deras mengguyur dan membuat lahan parkir tersebut tergenang banjir dan merendam ratusan motor yang terparkir.
“Saya berharap ada perbaikan sistem di lahan parkir ini, karena memang mahasiswa telah membayar UKT setiap semester jadi yang saya harapkan tidak ada lagi yang namanya pembayaran parkir, tidak ada genangan air dan perbaikan fasilitas parkiran,” Ucap Irvandy selaku Ketua Umum Hima Teknologi Pendidikan.
Setelah diadakan petisi, harapannya para dekanat melihat dan mendengarkan bentuk protes mahasiswa mengenai parkiran yang tidak memadai dan tidak lagi memandang sebelah mata tentang aspirasi mahasiswa ini.
“Harapan dengan adanya petisi ini, semoga fakultas tidak lagi mengabaikan aspirasi mahasiswa dan mulai memperbaiki fasilitas demi kenyamanan bersama,” ucap Ikrom selaku ketua DPM FKIP ULM.
Adapun ketika petisi terkumpul, para ormawa bersama DPM FKIP ULM menginginkan panggilan oleh para dekanat, sehingga ada audiensi antara dekanat, mahasiswa dan penjaga parkir guna membahas fasilitas kampus berupa parkiran ini. Dekanat sebagai pengatur kebijakan, mahasiswa sebagai penuntut, dan penjaga parkir sebagai penjaga dapat berkumpul untuk membahas mengenai kejelasan parkiran sehingga bentuk protes mahasiswa mengenai lahan parkir dapat diselesaikan. (Anr,Sfz)
