LPM WARTA JITU, BANJARMASIN – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan menyelenggarakan Pelatihan Intermediate Fact Checking di Hotel Harper Banjarmasin pada tanggal 20-21 April dan diikuti sebanyak 25 jurnalis dari berbagai media dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Kalimantan Selatan.
Para peserta mendapatkan materi tentang pengecekan fakta dan diperkenalkan dengan berbagai Tools (alat bantu) yang membantu proses pengecekan fakta. Selain itu, para peserta juga diminta untuk praktik secara langsung cara cek fakta informasi yang beredar, terutama di era digital ini di mana hoaks banyak beredar di media sosial.
“Yang terpenting bagi jurnalis Banjarmasin adalah memahami pentingnya cek fakta. Cek fakta adalah tugas utama jurnalis untuk memastikan kebenaran informasi yang mereka terima, terutama di era digital ini di mana manipulasi video, audio, dan gambar mudah dilakukan. Karena itu, kami harap jurnalis yang mengikuti pelatihan ini memahami pentingnya cek fakta dan memverifikasi informasi untuk memastikan kebenarannya,” ujar Teddy Rumengan, ketua AJI Balikpapan (20/4).
Teddy menekankan pentingnya cek fakta di era digitalisasi. Kata dia, kejahatan digital semakin marak seiring perkembangan teknologi.
“Sebenarnya, acara ini direncanakan di Balikpapan. Tapi, melihat situasi di Banjarmasin, saya rasa pelatihan ini juga penting diadakan di sini. Di Balikpapan, kami sudah beberapa kali mengadakan pelatihan serupa, tidak hanya untuk jurnalis, tapi juga untuk akademisi,” tambahnya
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian acara terbesar yang pernah digelar di Kota Banjarmasin.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan AJI Balikpapan Biro Banjarmasin untuk menjadi AJI Banjarmasin,” jelasnya.
Teddy ingin jurnalis lebih waspada saat menerima informasi. Cek fakta wajib dilakukan sebelum menerima informasi. Media massa juga harus mengedukasi masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks.
Setelah pelatihan selesai, peserta dari Lembaga Pers Mahasiswa INTR-O FISIP ULM, Soraya berbagi alasannya mengikuti acara tersebut.
“Saya memiliki passion di bidang jurnalistik dan saya memilih ikut LPM INTR-O. Di LPM, kita masih belajar hal-hal dasar jurnalistik. Saat ada kesempatan ikut pelatihan ini, apalagi bisa belajar bareng jurnalis senior, saya langsung tertarik! Saya ingin LPM juga dapat materi yang sama dengan jurnalis senior biar kita bisa lebih jago. Nanti ilmu yang didapat bisa kita lakuin dan sesuaikan sama kebutuhan kita,” ungkapnya. (21/4)
Penulis : Aulia Ridhatul
Penyunting : Mike
Dok : AJI Balikpapan
