Alarm ponsel berdering dengan keras, menandakan datangnya pagi yang cerah dan penuh harapan. Namun, bagi Naufal, mahasiswa Ekonomi yang terbaring di ranjangnya, kedatangan pagi tak membawa semangat yang menyala. Matanya terbuka dengan berat, dipenuhi oleh kelelahan yang menghantui sebelum ia bahkan memulai hari itu. Tetapi, tugas-tugas perkuliahan dan tanggung jawab sebagai mahasiswa tidak memperdulikan perasaannya yang merana.
“Ketika harus pergi ke kampus dengan tubuh yang lelah dan suasana hati yang kurang bagus, semangat untuk mengikuti perkuliahan memudar. Seringkali aku tergoda untuk menguap atau bahkan tertidur saat belajar,” keluh Naufal, suaranya terdengar lemah lewat pesan Whatsapp yang dikirim pada Kamis (28/3) lalu.
Naufal mengakui bahwa beban yang ditanggung, baik dari segi akademik maupun keorganisasian, seringkali membuatnya merasa hancur.
“Seringkali aku merasa lelah sampai ingin menghapus Whatsapp dan langsung tidur,” keluhnya.
Namun, Naufal tak menyerah begitu saja. Ia berusaha menyelesaikan masalah-masalahnya. Satu per satu. Meskipun terkadang harus menangguhkan permasalahan tersebut untuk sementara agar bisa beristirahat sejenak dari kelelahan yang melanda.
Kisah Naufal hanyalah salah satu dari sekian banyak cerita tentang tekanan akademik dan stres merasuki kehidupan seorang mahasiswa. Cley, seorang mahasiswa Kesehatan, juga berbagi pengalaman serupa.
seperti Naufal, Cley merasakan awal hari yang suram. Ia terbangun dalam kekosongan pikiran dan tubuh yang lelah, terbebani oleh beban pikiran dan jam tidur yang terlalu larut.
“Sulit untuk tidur malam karena kepalaku penuh dengan pikiran dan hari-hari yang berat. Tugas-tugas yang menumpuk membuat tidur menjadi semakin sulit. Di luar tugas ini aku memang sudah terbiasa tidur larut,” cerita Cley melalui Whatsapp, pada Rabu (27/3) lalu.
Ia mengakui bahwa pikiran-pikiran yang seharusnya tidak dipikirkan terus saja menghantui benaknya. Tuntutan akademik seperti ujian, tes, tugas, dan praktikum membuat Cley sulit untuk memusatkan perhatiannya.
Cley mengejar ilmu di tempat yang jauh dari keluarganya, yang membuatnya sering merasa kesepian dan terisolasi meskipun dikelilingi oleh teman-teman. Perasaan sepi itu bertambah berat dengan beban tugas-tugas akademik yang menumpuk, sehingga Cley sering kali merasa stres. Ditambah lagi, ia juga harus menghadapi masalah keuangan sebagai mahasiswa dan penghuni kos, dimana ia harus mengalokasikan uang untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, mencetak dokumen, membeli peralatan dan bahan praktikum, dan lain sebagainya.
“Aku mencoba untuk menikmati prosesnya karena saya selalu memikirkan keluarga saya. Aku berusaha keras agar pengorbanan yang mereka berikan untuk pendidikan saya tidak sia-sia,” ungkapnya.
Namun, Cley sadar bahwa mengatasi masalah bukanlah hal yang mudah, terutama dengan gaya hidup yang kurang sehat yang ia jalani. Saat beban terasa sangat berat, ia sering menyalurkan emosinya dengan cara menangis, sambil mendengarkan lagu-lagu rohani yang dapat memberikan ketenangan pada hatinya.
“Biasanya aku berbagi cerita dengan teman dekat tentang apa yang membuat aku merasa kelelahan seperti ini. Namun, jika terlalu pribadi, aku cenderung menyimpannya untuk diri sendiri,” ungkapnya.
Untuk mengurangi kelelahan, Cley sering melakukan aktivitas yang ia sukai, seperti menonton idola KPOP-nya, Netflix, dan Youtube, sebagai cara untuk mengalihkan pikiran dan menghibur dirinya.
“Bagi mereka yang mengalami hal serupa sepertiku, lebih baik cari zona nyamanmu. Temukan aktivitas yang bisa memberimu kenyamanan saat sedang merasa sedih, lelah, stres, atau bahkan terpuruk. Merasa cemas dan terbebani oleh pikiran-pikiran yang tak kunjung henti adalah hal yang manusiawi, tetapi ingatlah bahwa kamu telah bertahan sampai sejauh ini. Jangan sia-siakan perjuanganmu. Teruslah melangkah maju meskipun keadaanmu sedang sepi, sedih, dan penuh tekanan, sehingga kamu bisa mencapai kehidupan yang kamu impikan. Suatu hari nanti, kamu akan bersyukur pada dirimu sendiri karena telah berusaha sebaik yang kamu bisa,” pesan Cley.
Sumber gambar : BantenNews.co.id
Penulis: Khiara
Penyunting : Mike
