Parkir Semrawut, Aktivitas Penghuni Asrama Demang Lehman Terganggu

Parkir Semrawut, Aktivitas Penghuni Asrama Demang Lehman Terganggu

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU – Ketidaktertiban parkir di area parkiran belakang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang berada di depan Asrama Mahasiswa Demang Lehman (AMDL) terus menjadi sorotan akibat sering dikeluhkan oleh penghuni asrama.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu karena menghambat akses keluar-masuk, sementara belum ada penanganan yang efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Permasalahan ini terjadi akibat banyaknya mahasiswa yang memarkirkan kendaraan secara sembarangan hingga menutup jalur utama asrama. Padahal, rambu larangan parkir telah dipasang dengan jelas di lokasi tersebut.

Salah satu penghuni asrama, Ahmad Ilyasa, menilai pelanggaran tersebut terjadi berulang tanpa adanya kesadaran dari pengguna parkir. Ia menyebut, keberadaan plang peringatan sering diabaikan.

“Plangnya sudah jelas dan besar, tapi tetap ada saja yang parkir menghalangi. Biasanya kalau satu orang mulai, yang lain ikut-ikutan sampai akhirnya banyak yang menutup jalan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu, tetapi juga memicu tindakan spontan dari mahasiswa lain untuk menertibkan. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa terkadang harus mengambil langkah sendiri karena situasi yang tidak kondusif.

“Kadang kami ambil helmnya sebagai peringatan, lalu diperingati baik-baik. Tapi pernah juga berujung adu mulut karena ada yang tidak terima,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan oleh ketua umum AMDL, Dodik Sri Widyatmoko, menyebut permasalahan ini kerap terjadi terutama pada awal semester atau saat mahasiswa baru mulai aktif.

“Padahal sudah ada plang larangan parkir menghalangi jalan keluar-masuk asrama, tapi masih banyak yang tidak tertib. Kami sebagai warga asrama sangat terganggu,” katanya.

Ia menilai, imbauan yang telah diberikan selama ini belum cukup efektif untuk mengatasi persoalan yang terus berulang tersebut.

Sementara itu, Ahmad Hafiz Ansari turut menegaskan, kondisi parkiran saat ini sudah tidak kondusif dan memerlukan penanganan lebih serius. Ia menyebut kendaraan yang diparkir sembarangan sering kali menutup akses utama.

“Mahasiswa sering memarkirkan kendaraan tidak sesuai tempat, bahkan sampai menutup jalur keluar-masuk asrama, sehingga kendaraan lain sulit keluar,” jelasnya.

Menurutnya, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh rendahnya kesadaran mahasiswa, tetapi juga berkaitan dengan keterbatasan kapasitas parkiran yang belum memadai.

“Diharapkan mahasiswa bisa lebih tertib dengan memanfaatkan area parkir yang tersedia. Selain itu, pihak terkait juga perlu memberikan solusi karena parkiran sering penuh di hari-hari tertentu,” tambahnya.

Para penghuni asrama berharap adanya langkah konkret dari pihak kampus, baik dalam bentuk pengawasan yang lebih ketat maupun penataan ulang area parkir agar lebih tertib dan memadai.

“Kami berharap ada tindakan tegas, bukan hanya imbauan. Kalau dibiarkan, masalah ini akan terus berulang dan semakin mengganggu,” tutup salah satu penghuni asrama.

Penulis: Dewi

Penyunting: Nada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *