Banjarmasin, Warta JITU — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan menggelar aksi bertajuk “Merawat Ingatan Tragedi Jum’at Kelabu” pada Jumat (23/5), sebagai bentuk penolakan terhadap pelupaan sejarah dan refleksi atas tragedi kelam yang pernah terjadi. Aksi dimulai pukul 13.00 WITA dengan titik kumpul yang berbeda. Massa kemudian bergerak menuju titik aksi utama di depan Hotel Arum.
Kegiatan ini diisi dengan orasi dari berbagai perwakilan mahasiswa, pembacaan puisi, hingga aksi simbolik sebagai bentuk pengingat kolektif atas tragedi yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan rakyat.

Ketua BEM Universitas Islam Kalimantan (UNISKA), Muhammad Anzari, menyampaikan bahwa aksi ini dilaksanakan untuk menolak lupa, menjadi ruang refleksi bersama, serta sebagai pengingat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Aksi ini adalah bentuk penolakan terhadap pelupaan sejarah. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengingat, merenungi, dan menjadikan tragedi ini sebagai pelajaran penting ke depan,” ujar Anzari saat diwawancarai.
Jenderal Lapangan Aksi BEM se-Kalimantan Selatan, Dimas Bara Saputra, menjelaskan aksi ini merupakan upaya merawat ingatan kolektif atas tragedi Jum’at Kelabu, yang dikemas dalam bentuk aksi damai.
Salah satu hal yang menjadi sorotan tahun ini adalah pembagian bunga tangkai kepada pengendara yang melintas di sekitar lokasi aksi.
Menurut Dimas, langkah tersebut menjadi pendekatan baru dalam memperingati tragedi tersebut, sekaligus mengedepankan nuansa humanis.
“Kami sudah memulai kampanye pengingat ini melalui media sosial. Tapi jika hanya lewat sana tidak cukup, sehingga kami turun langsung ke jalan agar masyarakat Banjarmasin lebih memberi perhatian pada peristiwa ini,” pungkas Dimas.
Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dari Aliansi BEM se-Kalsel yang menegaskan komitmen mereka untuk menolak lupa terhadap tragedi kelam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan rakyat.
Penyunting: Nova Lisa
