Banjarmasin — LPM Warta JITU, Dalam rangka memperingati hari air sedunia, Mapala Justitia Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berkolaborasi dengan Perkumpulan Hijau Daun menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Air Sedunia dengan melakukan aktivitas seperti pembersihan sungai, penanaman teratai, dan penanaman pohon di halaman Open Space ULM Banjarmasin, pada Jumat (22/3).
Aksi peduli lingkungan ini mengangkat tema “Generasi Muda Peduli Sungai untuk Lingkungan Barasih wan Nyaman (Baiman)”. Selain berkolaborasi dengan Perkumpulan Hijau Daun, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di lingkup fakultas Hukum dan mahasiswa Umum.
Ketua Pelaksana, Lestari, menyatakan bahwa alasan memilih tumbuhan teratai adalah karena memiliki banyak manfaat untuk air. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Harapannya pada Hari Air Sedunia ini adalah agar kesadaran masyarakat dan mahasiswa terhadap lingkungan semakin bertambah, mengingat setiap tetes air sangat bermanfaat bagi kita semua,” ucapnya saat diwawancarai secara langsung.
Pihak kolaborator, yaitu Perkumpulan Hijau Daun Banjarmasin merupakan komunitas yang bergerak dengan tujuan pelestarian lingkungan. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Perkumpulan Hijau Daun, Hasan Jainuddin, yang menyatakan bahwa pihaknya telah sering bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat dan mahasiswa, termasuk Mapala Justitia FH ULM.
Paman Anum (panggilan akrabnya) juga menjelaskan bahwa pohon-pohon yang ditanam hari ini berasal dari pembibitan sendiri.
“Pohon yang ditanam di sekitar Open Space ULM hari ini memiliki beragam jenis, termasuk pohon Tandui, binjay, gayam, dan lain-lain,” tuturnya.
Di Banjarmasin sendiri, komunitas ini telah menanam 7.000 pohon.
“Memilih menanam pohon karena pohon sangat berguna sampai kapan saja karena fungsi pohon yang sangat beragam salah satunya sebagai penghasil oksigen,” jelas Paman Anum.
Oleh karena itu, ia menyarankan kepada semua masyarakat untuk menanam minimal satu pohon di halaman rumah mereka.
Terakhir, Paman Anum sangat berharap kepada mahasiswa agar mereka dapat menjadi generasi emas yang benar-benar peduli terhadap lingkungan, mengingat banyaknya kasus lingkungan diabaikan saat ini.
“Apabila hal ini diteruskan maka akan sangat merugikan bagi lingkungan. Jika lingkungan rusak, maka akan berpengaruh pada kualitas air, pangan, dan sebagainya di masa yang akan datang,” tutupnya.
Penyunting : Khiara
Dok : LPM Warta JITU
