Dari Jendela ULM, Menilik Mahasiswa Berprestasi FKIP ULM

Sharing is Caring
       
  

Menjadi mahasiswa yang berprestasi tentunya merupakan impian seluruh mahasiswa. Bagaimana tidak? Akan ada banyak hal positif yang dirasakan jika menjadi salah satu mahasiswa yang memiliki deretan prestasi. Tak hanya prestasi di bidang akademik saja, tapi juga prestasi non-akademik. Terlebih jika menjadi juara dalam ajang perlombaan se-Indonesia.

Untuk meraih sebuah prestasi tidak semudah yang dibayangkan, ada banyak persiapan yang harus dilakukan. Selain itu, suka dan duka selalu terus menyertai di setiap perjalanan. Seperti salah satu dari tiga mahasiswa berprestasi yang meraih juara terbaik 3 (Putra) cabang Tilawatil Qur’an (TLQ) MTQM Nasional FKIP se-Indonesia di Universitas Jambi 2023, Helmi Alfian Nurkhaliz. Helmi ialah seorang mahasiswa angkatan 2020 Program Studi (Prodi) Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Menurutnya, lomba yang ia ikuti tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ini adalah pertama kali bagi Helmi mengikuti perlombaan secara luring dan sementara pergi ke luar pulau Kalimantan. Karena lomba ini diikuti oleh mahasiswa seluruh Indonesia, tentunya ada rekan-rekan mahasiswa dari yang juga datang dari pulau lain yang bisa menjadi teman.

Helmi Alfian Nurkhaliz juara 3 TQL MTQM Nasional FKIP se-Indonesia

Suka dan duka yang dirasakan sangatlah beragam. Jika berbicara tentang suka, melihat orang tua merasa bangga pada dirinya tentu menjadi hal yang utama. Namun, disisi lain karena kurangnya persiapan dan tidak ada teman saat berangkat ke Jambi menjadi duka tersendiri bagi Helmi. Dirinya berhasil meraih juara ketiga dari 15 peserta yang mengikuti MTQ pada cabang lomba Tilawah se-Indonesia. Ada kesan yang membekas bagi Helmi saat mengikuti perlombaan. Tepatnya ketika disambut secara langsung oleh Wakil Dekan III Universitas Jambi beserta panitia yang bertugas di Bandara sewaktu dirinya tiba disana. Bahkan sesaat setelahnya, para panitia dan peserta berkumpul layaknya teman akrab sembari menikmati kopi hingga study tour.

Nanda Factur Risa sebagai juara 1 lomba media pembelajaran digital pada FORKOM FKIP se-Indonesia turut membagikan pengalamannya saat mengikuti lomba hingga terpilih menjadi juara. Nanda mengatakan jika hal ini juga  menjadi kali pertamanya mengikuti ajang FORKOM. Cukup mengejutkan baginya saat mengetahui dirinya menjadi grand finalis. Ada nama baik FKIP dan Prodi Pendidikan Ekonomi yang dibawanya, sehingga menjadi pengalaman yang luar biasa dalam segala aspek. Sama seperti Helmi, Nanda merasa senang sebab bisa bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru dari luar pulau Kalimantan. Saat mengikuti FORKOM yang diadakan di Ternate, dirinya menyempatkan diri untuk mengekspor daerah disana yang ia rasa mungkin tak akan terulang kembali. Syukur dan terima kasih ia panjatkan kepada banyak pihak yang telah mendukungnya selama ini.

“Pasti ada suka dukanya, tapi sepertinya banyak sukanya daripada dukanya,” kata Nanda. Seperti yang dikatakannya, suka yang dirasakan jauh lebih banyak dibandingkan duka. Bisa jalan-jalan, bertukar pikiran dengan rekan-rekan mahasiswa lain yang tentunya menambah pengalaman juga wawasan, serta mendapatkan penghargaan dari hasil kerja kerasnya. Dalam kalimat lain, Nanda bercerita tentang dukanya, yaitu adanya kendala saat proses mengedit video media pembelajaran yang dibuatnya. Berpisah dengan teman-teman yang dikenalnya selama 3 hari disana juga menjadi duka tersendiri karena harus kembali ke daerah masing-masing.

Ketika terpilih menjadi juara 1 pada ajang FORKOM FKIP tersebut, ada perasaan senang yang teramat sangat diiringi dengan ketidaksangkaannya. Seperti yang dikatakan oleh Nanda, perlombaan semacam ini pertama kali baginya sehingga ia tidak pernah memikirkan akan mendapatkan juara pertama. Bahkan sejak awal berangkat saja ada perasaan gugup hingga meminta wejangan dari para dosen dan petinggi FKIP ULM. Rasa gugup, tangis, tawa, senang, dan takut bercampur aduk menjadi perasaan yang tak dapat terelakkan. Ada dua momen yang luar biasa berkesan bagi Nanda, yaitu saat sebelum perlombaan dan sesudah pengumuman. Momen yang pertama disaat dirinya bisa berinteraksi langsung dengan dosen dan petinggi FKIP ULM untuk meminta wejangan yang belum pernah terpikirkan olehnya. Momen kedua adalah saat melihat respon sang Ibu, pendamping, dan dosen Pendidikan Ekonomi FKIP ULM yang tersenyum senang. Baginya hal ini menjadi persembahan untuk keluarga dan prodinya di tahun terakhirnya berkuliah.

Nanda Factur Risa sebagai juara 1 Lomba Media Pembelajaran FKIP se-Indonesia

Selain Nanda, mahasiswa yang meraih prestasi di ajang FORKOM FKIP se-Indonesia tahun 2023 yaitu Nursahid. Dirinya berhasil membawa gelar Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SOSHUM-Tingkat Mahasiswa dalam forum tersebut. Sahid merupakan salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP ULM Angkatan 2020.

Awal mula dirinya mengikuti forum ini karena diikutsertakan oleh pihak Fakultas. Dalam perjalanannya Sahid mendapatkan ujaran remehan seperti, “Ah, memangnya bisa pakai judul itu untuk ikut lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI)?” Tanggapan seperti inilah yang membuat dirinya merasa malas untuk mulai menggarap Karya Tulis yang akan dilombakan. Namun, setelah beristirahat sejenak selama 2-3 minggu, Sahid akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing yang telah ditunjuk oleh Wakil Dekan III FKIP ULM Dwi Atmono. Dosen pembimbing dirinya adalah salah satu dosen Pendidikan Kimia. Ketika melakukan konsultasi, dirinya sembari bercerita mengenai kendala yang dihadapinya, yaitu belum terbiasanya menulis Karya Tulis Ilmiah dan juga mengenai anggapan remeh dari orang lain. Sesaat setelahnya, Sahid mendapatkan motivasi dari sang dosen pembimbing, “Ikuti saja dulu lombanya dan jadikan lomba ini sebagai ajang pembuktian untuk mereka yang meremehkanmu, Sahid.”

Nursahid Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SOSHUM

Mendengar kalimat tersebut akhirnya ia memberanikan diri untuk memulai penggarapan hingga tahap presentasi yang diadakan di lapangan, tepatnya di Ternate sana. Sahid bersyukur dengan sangat kepada Tuhan karena telah mengabulkan keinginannya hingga berhasil membawa pulang gelar juara kedua. Dimatanya, momen yang paling berkesan ketika mengikuti perlombaan yaitu saat penggarapan KTI dan presentasi finalis. Pada saat penggarapan, selalu saja ada motivasi yang diberikan oleh dosen pembimbingnya sewaktu ia mulai kebingungan.

Ketiga mahasiswa itu, Helmi, Nanda, dan Sahid, telah kembali dengan membawa prestasi dan nama ULM. Mereka menunjukan pada orang-orang yang meremehkan mereka bahwa mereka sanggup dan mampu untuk terus berprestasi. Ucapan terima kasih dan panjatan syukur tentu terus terucap kepada Tuhan, untuk diri sendiri, dan untuk orang-orang yang telah berdiri mendampingi mereka.

Penulis: Anita

Editor: Lia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *