Banjarmasin, Warta JITU — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat yang bermitra dengan Borneo Historical Community (BHC) Banjarmasin telah mengadakan kegiatan pelatihan menjadi pemandu (guide) untuk memperkenalkan situs bersejarah di Kota Banjarmasin. Pelatihan ini dilaksanakan pada Kamis (14/7) yang bertempat di Aula Hasan Bondan FKIP ULM dimulai dari pukul 10.00-12.30 WITA. Peserta yang tergabung dalam pelatihan ini ialah para penggiat sejarah yang telah tergabung di BHC terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, masing-masing kepala departemen, sampai dengan anggotanya. LPPM ini juga mengundang pengurus dan anggota BHC sebanyak 30 orang namun yang dapat berhadir di acara ini sekitar 25 orang.

Kegiatan pelatihan ini membahas tentang mengenai cara memandu objek wisata atau situs sejarah yang ada di Kota Banjarmasin. Adapun yang menjadi narasumbernya adalah Slamet Hadi Triyanto dari Museum Lambung Mangkurat dan dimoderatori oleh Sriwati.
“Target pelatihan yaitu pengurus BHC, supaya nantinya mereka ketika diminta oleh pihak lain untuk menjadi pemandu, mereka sudah memiliki skill dibidang memandu,” tutur Faturrahman selaku penyelenggara acara saat diwawancarai oleh tim LPM Warta JITU.
Selanjutnya, ada praktik yang akan dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang diberikan tugas untuk memandu suatu situs-situs sejarah yang dibagikan perkelompok. Hal itu agar para peserta belajar secara langsung bagaimana menjadi pemandu.
“Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu mendapatkan legalitas berupa akte notaris. Kami membuat buku panduan mengenai situs-situs bersejarah di Banjarmasin yang akan di rilis nanti. Buku ini hasil dari diskusi dengan kawan-kawan BHC. Buku panduan yang nanti kami publish juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada orang-orang baik dari Banjarmasin maupun dari luar,” ujar Ketua Tim Pengabdian LPPM Yanti.
Begitu juga dengan Muhammad Rizky Rezaldi salah satu peserta kegiatan ini. Menurutnya dengan adanya pelatihan pemandu wisata ini sangat baik karena itu akan menjadi bekal untuk pengurus maupun anggota BHC.
“Banyak sekali yang didapatkan dari acara ini karena dijelaskan bagaimana tata cara nya bagaimana dan seperti apa penggunaan kata maupun gerakan tubuh dalam menjadi pemandu wisata, itu menjadi bekal untuk mengembangkan dari penyampaian maupun yang lainnya,” ucapnya saat diwawancarai secara langsung.
“Dengan adanya kegiatan ini akan menimbulkan para pemandu yang tidak hanya peduli terhadap apa yang ia pandu tetapi juga peduli dengan apa yang dipandukan, artinya mengetahui materi dan informasi situs-situs sejarah serta berusaha melestarikannya,” ucap Slamet Hadi Triyanto selaku narasumber kegiatan ini.
Editor: Ftr
