Ikut Andil terhadap Permasalahan yang Dihadapi Masyarakat Saat Ini, BEM ULM Mengadakan Konsolidasi Akbar

Sharing is Caring
       
  
Konsolidasi akbar BEM ULM.

Banjarmasin, Warta JITU — Sabtu (9/4), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan konsolidasi akbar yang dilakukan guna mengumpulkan suara mahasiswa terkait isu hangat di Indonesia dan bertujuan untuk memperkuat pendapat mahasiswa dalam menanggapi beberapa isu yang sedang terjadi di masyarakat.

Konsolidasi kali ini berlangsung pada pukul 15.00 WITA-selesai dan bertempat di samping sekretariat BEM ULM, dengan mengundang seluruh Organisasi Mahasiswa ULM yang dihadiri oleh ketua dan wakil ketua BEM ULM, serta jajaran mahasiswa terkait.

Berbagai macam masalah di Indonesia akhir-akhir ini mulai muncul ke permukaan, diantaranya kelangkaan minyak goreng, penundaan pemilu, 3 periode jabatan presiden, hingga kenaikan BBM dan PPN. Hal ini menarik perhatian masyarakat dan tidak luput dari pantauan mahasiswa. Hadirnya masalah-masalah tersebut, BEM ULM mengadakan konsolidasi yang membahas isu ini, bersama dengan BEM beserta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) tingkat fakultas dan mahasiswa yang ada di ULM.

Masing-masing perwakilan BEM fakultas yang berhadir diberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapat tentang kajian isu yang akan diangkat. Kali ini perwakilan BEM Fakultas Hukum (FH ULM) memberikan masukan mengenai salah satu isu yang sebaiknya tidak dilanjutkan ke dalam aksi, yakni 3 periode presiden dan penundaan pemilu karena keduanya kurang relevan dan hanya berdasarkan statement.

Di sisi lain, perwakilan BEM FKIP memberikan pandangannya bahwa alangkah lebih baiknya untuk memfokuskan salah satu isu yang telah dikaji untuk dibawakan saat aksi berlangsung, yakni perpanjangan pemilu dan 3 periode.

“Fokuskan tujuan, lembaga legislatif yang mengatur amandemen, lembaga ekstekutif yang menjalankan dari apa yang diatur undang-undang. Salah kalau menyerang Jokowi, tetapi fokuskan pada Lembaga legislatifnya untuk menggagalkan amandemen,” ujarnya.

Melihat kajian isu yang mulai tidak konstruktif dan beberapa poin sudah tidak aktual, BEM Fakultas Pertanian (Faperta) menambahkan agar diadakan lebih dari satu kali konsolidasi.

Muhammad Ardhi Faddakiri selaku Ketua Umum BEM ULM mengungkapkan alasan diadakannya konsolidasi akbar ini bersama kawan-kawan dari masing-masing fakultas, yang tidak lain ialah untuk menumbuhkan kecerdasan dalam melakukan aksi yang tidak hanya bermodal fisik yang hadir.

“Pertama, memang kami berusaha membangun eskalasi isu dari bawah ke atas, yang mana kami menghargai dan sudah disampaikan tadi ketika konsolidasi bahwa kami menghargai kekayaan intelektual yang dimiliki oleh kawan-kawan dari masing-masing fakultas berdasarkan disiplin isunya masing-masing. Maka dari itu, kami perlu menanyakan berbagai perspektif kawan-kawan dari masing-masing fakultas. Maka harapannya dengan diadakan eskalasi isu yang kami bangun dari bawah ini, bisa menjadi pencerdasan akhir bagi kita semua sebagai mahasiswa. Saya meyakini bahwa aksi kita, gerakan-gerakan yang kita bangun itu tidak melulu soal raga kita yang hadir, tetapi bagaimana itu bisa menjadi momentum pencerdasan bagi kita semua,” tutur Ardhi.

Penulis: Yni, Afd

Editor: Kar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *