
Banjarmasin, Warta JITU — Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan awal Ramadan 1443 H jatuh pada hari Minggu (3/4) lalu. Sehubungan dengan masuknya bulan suci Ramadan tahun ini, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tetap memberikan perizinan untuk menyelenggarakan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) di lingkungan ULM saat bulan Ramadan.
Berdasarkan kalender akademik tahun 2021/2022 pada bulan April-Mei pelaksanaan perkuliahan semester genap masih berlangsung, baik PTM maupun PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) tetap harus dilaksanakan meskipun mahasiswa yang beragama Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadan.
“Kalau kalender akademik khusus untuk bulan Ramadan tidak ada, hanya kalender akademik tahunan seperti biasanya, yang diambil untuk peraturannya sendiri adalah dari regulasi paling tinggi yang mengatur mengenai jam kerja. Senin-Kamis dimulai dari pukul 08.00-15.00, kemudian Jumat dari pukul 08.00-13.30. Harapannya dalam perkuliahan juga seperti itu, mengikuti regulasi yang sudah dipertimbangkan dari segala aspek,” ungkap Imam Yuwono Wakil Dekan II FKIP ULM saat ditemui langsung, Senin (4/4).
Belum ada informasi mengenai jadwal libur sebelum dan sesudah hari raya Idul fitri, sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam bahwa informasi libur hari raya Idulfitri biasanya diinformasikan seminggu sebelum hari raya.
Perkuliahan pada bulan ini berjalan seperti biasanya, tidak ada aturan khusus mengenai kebijakan sistem pengajaran. Selain itu, juga mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan peraturan pemerintah daerah mengenai PTM yang terbatas.
“Di bulan Ramadan ini, berpuasa menjadi kewajiban kita semua, diharapkan hal ini tidak akan mempengaruhi aktivitas kita. Tetap bersemangat menjalani perkuliahan, entah itu offline maupun online, tidak menjadi sebuah permasalahan. Kita sebagai muslim tentunya juga harus menghormati yang lainnya. Ikutilah regulasi yang ada, insyaAllah regulasi tersebut bijaksana,” tutup Imam.
Menanggapi terkait perkuliahan di bulan Ramadan, salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Reza Apriliani Ika Suci P.Z menuturkan bahwa PTM di bulan Ramadan tidak efektif karena terkadang ada mata kuliah yang jadwalnya sangat mepet dengan waktu berbuka puasa.
“Menurut saya diselenggarakannya PTM pada bulan Ramadan tidaklah efektif. Terkadang ada mata kuliah yang jamnya sangat mepet dengan jam buka puasa. Selain itu, mahasiswa yang dari jauh pun agak kesulitan jika harus menghadiri PTM yang memang masih tidak ada kepastiannya untuk saat ini,” tutur Reza.
“Untuk perkuliahan online, menurut saya kebijakan itu adalah yang terbaik untuk sekarang. Mengingat kondisi yang belum benar-benar stabil, lebih baik tidak mengambil resiko dengan perkuliahan offline. Untuk keluh kesah, mungkin hanya untuk dosen yang terkadang memberi tugas terlalu sering. Jujur, itu sedikit memberatkan,” tambahnya.
Reporter: Shf, Prz, Lya
Editor: Kar
