Kendala Proyektor yang Kian Berulang Picu Sejumlah Keluhan

Kendala Proyektor yang Kian Berulang Picu Sejumlah Keluhan

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU — Keluhan terkait kondisi proyektor yang kerap bermasalah muncul dari mahasiswa. Fasilitas tersebut dinilai menghambat proses pembelajaran di kelas, terutama saat dosen menyampaikan materi maupun ketika mahasiswa melakukan presentasi.

Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA angkatan 2025, Noor Rizqyna Aminah menyebut, bahwa proyektor memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar mengajar di kelas.

“Bagi saya, jika ada yang bermasalah di proyektor tentu menjadi kendala dalam proses belajar dan mengajar, terutama bagi dosen yang benar-benar membutuhkan proyektor untuk menyampaikan materi,” ujarnya.

Ia juga mengaku pernah mengalami kendala saat melakukan presentasi kelompok pada mata kuliah Matematika tahun lalu. Menurutnya, proyektor yang tidak dapat tersambung dengan laptop membuat kegiatan presentasi harus dilakukan secara manual.

“Beberapa kali proyektornya tidak mau tersambung dengan laptop atau hanya menampilkan layar biru. Sudah dicoba menggunakan laptop lain hasilnya sama, sehingga kelompok yang mendapat giliran presentasi harus menulis manual semua rumus yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, mahasiswa lain yang meminta identitasnya disamarkan menilai, kondisi fasilitas tersebut cukup memprihatinkan. Ia menyebut kondisi peralatan yang sudah lama digunakan menjadi salah satu penyebab banyaknya perangkat yang mulai mengalami kerusakan.

Menurutnya, kerusakan fasilitas seperti proyektor dan pengeras suara dapat mengganggu jalannya perkuliahan, terutama di kelas yang besar atau kelas gabungan.

“Yang niatnya mempermudah perkuliahan justru menjadi memperparah ketika alat yang dipinjam tidak berfungsi. Apalagi jika kelasnya besar dan membutuhkan pengeras suara agar mahasiswa di bagian belakang bisa mendengar,” ungkapnya.

Terkait ketersediaan proyektor, Rizqyna mengungkap, mahasiswa sering meminjam perangkat tersebut dari gedung lain karena belum tersedia secara langsung di jurusan.

“Sepengetahuan saya, untuk sekarang sepertinya belum ada di jurusan karena kami sering meminjam di gedung ujung,” katanya.

Sementara itu, narasumber kedua menyampaikan bahwa di jurusannya sebenarnya telah tersedia proyektor, bahkan kualitasnya dinilai sedikit lebih baik dibandingkan yang ada di fakultas.

“Bagi saya sama aja, namun untuk jurusan saya memiliki kualitas proyektor sedikit lebih baik dari fakultas,” katanya.

Meski demikian, mahasiswa tetap berharap pihak fakultas dapat memperhatikan kondisi fasilitas penunjang pembelajaran tersebut.

Rizqyna berharap ke depan tersedia proyektor di lantai dua atau tiga agar lebih mudah diakses oleh mahasiswa.

“Harapannya semoga ada proyektor di lantai dua atau tiga agar aksesnya lebih mudah dan proses perkuliahan bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Senada dengan itu, narasumber kedua juga berharap pihak fakultas segera melakukan pembaruan fasilitas yang sudah tidak layak pakai agar kegiatan perkuliahan tidak lagi terganggu.

“Kami berharap fasilitas seperti proyektor dan pengeras suara yang sudah lama bisa segera diganti, agar pembelajaran tidak terganggu karena alat yang tidak berfungsi,” tutupnya.

Penulis: Dewi

Penyunting: Andhika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *