Memperluas Akses Pendidikan Tinggi, ULM Buka Program Sarjana dan Magister di Kotabaru

Memperluas Akses Pendidikan Tinggi, ULM Buka Program Sarjana dan Magister di Kotabaru

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU – Kabar baik untuk warga Kotabaru karena Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akan membuka program Sarjana dan Magister di bumi Saijaan tersebut.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Rektor (WR) IV ULM Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi, Yusuf Azis. Ia mengatakan, ULM baru saja mengadakan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru terkait pembukaan Program Magister (S2) dan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), yang memuat Program Sarjana (S1).

“Jadi, memang kita hari Sabtu tanggal 1 Juni habis selesai upacara hari lahir Pancasila di halaman eks kantor bupati Kotabaru itu kita melakukan penandatanganan kerja sama,” ungkap Yusuf, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/6).

Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Humas, dan Sistem Informasi ULM, Yusuf Azis, saat ditemui di kantornya. (Foto.Fahmi/Warta JITU)

Ada dua kerja sama yang ditandatangani antara ULM dan Pemkab Kotabaru, pertama terkait pembukaan program pascasarjana/magister (s2) dan Program Studi di Luar Kampus (PSDKU).

Yusuf menambahkan, latar belakang perjanjian Kerjasama ini diawali pembicaraan di awal tahun 2023, antara Bupati Kotabaru, Sayed Jafar dan Rektor ULM, Prof. Ahmad. Saat itu, Rektor ULM mengeluhkan terkait rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kotabaru disebabkan banyaknya pelajar yang tidak melanjutkan ke jenjang kuliah.

“Kotabaru ini kan luas daerahnya ada pulau-pulau kecil itu kan, nah itu kata beliau kesulitan masyarakat dari pulau itu sudah berapa biaya mereka menyeberang ke Kotabaru, kemudian dari Kotabaru harus menyebrang ke Banjarmasin, kuliah mikirin kosnya biaya hidup macam-macam,” jelas Prof Yusuf.

Selain itu, Dosen Agribisnis ULM ini menyebutkan, faktor lain adalah adanya dorongan dari Kemendikbud Ristek kepada ULM untuk membuka PSDKU.

“Kebetulan waktu itu, Pak Rektor setelah acara di Kementerian mengamanahkan didorongnya perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A seperti ULM ini untuk membuka Program Studi di Luar Kampus itu,” terangnya.

Berdasarkan penuturan dari Yusuf, syarat pembukaan PSDKU, ialah lokasinya tidak boleh berdekatan dengan kampus utama.

“Kampus utama kita kan ada di Banjarbaru dan Banjarmasin, kita tidak boleh membuka di Kabupaten Banjar, Tanah Laut karena kan bertetangga dengan Banjarbaru. Jadi, kitab oleh membuka di Tanah Bumbu atau Kotabaru, ke sininya kitab oleh paling dekat itu di Rantau dan seterusnya Banua Anam,” imbuhnya.

Prof. Yusuf menjelaskan, pihaknya menargetkan realisasi program magister (S2) pada bulan September 2024.

“Kalau kerja sama magister insya Allah dimulai pada bulan September 2024 ini kita bisa melakukan perkuliahan,” sambungnya.

Lanjut ujarnya, Pemkab Kotabaru telah menyiapkan tempat untuk Program Magister yang rencana akan dimulai beberapa bulan ke depan.

“Kita ditawarkan Gedung eks Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kotabaru, kemudian tim kita juga melihat lokasinya dekat Siring Laut artinya lebih strategis lah tempatnya untuk mahasiswa,” bebernya.

Sementara itu,  PSDKU baru bisa direalisasikan di tahun 2025 mendatang dikarenakan tahun ini masih suasana politik.

“Insyaallah, tahun depan kita bisa menerima mahasiswa baru PSDKU di Kotabaru,” katanya.

Menariknya, Bupati Kotabaru berencana membangun gedung kampus untuk PSDKU dengan bantuan dana CSR dari Perusahaan di Blok Sebuku sebesar 700 Miliar.

“Kita sudah juga mengajukan permohonan hibah lahan dari Pak Bupati itu 14 hektar di daerah dekat air terjun tumpang dua. Sudah disurvei juga dari tim kita, sudah dibuatkan gambar desain gedungnya, rencana ada empat gedung kalau tidak salah,” terang Yusuf.

Pihak kampus telah mengajukan proposal dana sebesar 140 Miliar kepada Bupati Kotabaru untuk Pembangunan Gedung PSDKU ini. Bahkan DPRD Kotabaru pun siap mendukung kerjasama ini.

“Kita bicara juga dengan Ketua DPRD Kotabaru, beliau siap dukung terkait dengan masalah PSDKU ini,” lanjutnya.

Melalui WR IV ULM, ia berharap perjanjian kerja sama ini tidak hanya sekadar di atas kertas, akan tetapi ada implementasi langsung yang tentunya berdampak bagi warga Kotabaru.

“Harapannya, dengan diimplementasikannya perjanjian kerja sama antara Pemkab Kotabaru dan ULM ini bisa memberikan banyak manfaat khususnya bagi rakyat Kotabaru,” pintanya.

Karena pada dasarnya, ULM percaya warga Kotabaru memiliki potensi yang luar biasa untuk maju dan berkembang. Terbukti ada 4 Profesor di ULM yang berasal dari Kotabaru.

“Kita aja kan punya profesor beberapa orang kotabaru, setau saya ada Prof Udiansyah, kemudian ada Prof Juhriyansyah Dalle dari Teknik Informatika, kemudian dari PKH FKIP ada Prof Hamka, terus ada mantan wakil bupati kotabaru yang sekarang jadi dosen pertanian Prof Akhmad Rizali,” ungkapnya.

Ketika ditanya, apakah ada rencana membuka di kabupaten lain selain Kotabaru, WR IV ULM menjawab memang ada tawaran di beberapa kabupaten untuk menjalin Kerjasama.

“Memang yang cepat menangkap peluang ini Kotabaru, setelah itu kita juga mendapat tawaran ada dari Hulu Sungai Tengah Barabai, Balangan, Tabalong. Nah tiga ini untuk Banua Anam,” jawab Yusuf.

Namun, pihak kampus sendiri nantinya akan melihat seberapa besar komitmen dari Pemerintah Daerah yang benar-benar serius ingin mengadakan kerjasama.

“Artinya mereka mendukung menyiapkan infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya termasuk tenaga administrasi segala macam,” pungkasnya.

Penulis : Fahmi

Penyunting : Mike

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *