Banjarmasin, Warta JITU — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP ULM) telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba pada Rabu (8/6) secara luring yang bertempat di Aula Hasan Bondan FKIP ULM pada pukul 09.00-12.00 WITA. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 100 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari setiap program studi, BEM dan DPM FKIP ULM.

Kegiatan sosialisasi ini bekerja sama dengan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan yang sekaligus menjadi narasumber pada kesempatan kali ini. Dwi Atmono selaku Wakil Dekan 3 FKIP ULM menerangkan hal yang mendasari dilaksanakannya sosialisasi penyalahgunaan narkoba kali ini, yaitu untuk mengenalkan apa itu narkoba dan bagaimana dampaknya jika narkoba disalahgunakan khususnya kepada mahasiswa FKIP ULM.
“Setidaknya mahasiswa paham dengan apa itu narkoba. Kalo ungkapan kita biasanya tak kenal maka tak sayang, kalau sekarang kenal tapi tidak boleh disayang,” ungkap Dwi Atmono saat diwawancarai secara langsung pada Rabu (8/6).
Pemateri yang dihadirkan pada kegiatan sosialisasi ini adalah Kompol Deddi D. Siregar selaku Kabag Bin Opsnal Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan. Materi yang disampaikan cukup menarik bagi kalangan mahasiswa FKIP ULM untuk mengetahui pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, dampak dari penyalahgunaan narkoba, dan ancaman hukuman penyalahgunaan narkoba dan proses rehabilitasi.
“Penyalahgunaan narkoba saat ini telah menjadi ancaman bagi bangsa kita, sehingga sangat penting untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaannya,” ujar Deddi saat diwawancarai secara langsung pada Rabu (8/6).
Peran mahasiswa terutama sebagai calon guru dalam menyebarkan informasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba sangat penting. Karena penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi pada orang dewasa namun bisa terjadi kepada anak – anak maupun remaja di lingkungan sekolah, dengan memiliki pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, guru dapat membimbing dan mengarahkan peserta didiknya kepada hal-hal positif serta menjaga mereka agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
Nurmi, salah satu peserta kegiatan yang merupakan mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengungkapkan harapannya agar sosialisasi mengenai narkoba seperti ini lebih banyak diadakan lagi karena banyak mahasiswa yang kurang mengetahui mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Dengan adanya sosialisasi seperti ini, kita sebagai mahasiswa terutama calon guru menjadi terbekali ilmu pengetahuan mengenai narkoba serta dampak penyalahgunaannya yang menyebabkan banyak kerugian secara finansial, psikologis, mental dan sosial,” ujar Nurmi saat di wawancarai via Whatsapp Kamis (9/6).
Peserta lainnya yaitu Maulida Raihana, mahasiswi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan juga mengungkapkan bahwa sosialisasi tersebut sangat bermanfaaat bagi generasi muda.
“Penyampaian materinya sangat mudah dipahami dan memberikan pencerahan kepada mahasiswa agar tidak menggunakan narkoba,” tuturnya saat di wawancara via Whatsapp pada Rabu (8/6).
Diadakannya sosialisasi seperti ini Deddi berharap mahasiswa yang mengikuti sosialisasi ini agar dapat menghindari dan membantu mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitarnya.
Reporter: Aay
Penulis: Efl
Editor: Snm
