
Banjarmasin, Warta JITU – Gaungan “Selamatkan KPK” masih dikawal oleh mahasiswa Kalimantan Selatan (Kalsel). Diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kalsel, pada Kamis (1/7) lalu mereka kembali melaksanakan aksi demonstrasi jilid III di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Aksi demonstrasi jilid III ini merupakan buntut dari aksi jilid I (21/6) dan jilid II (27/6) yang belum membawakan hasil. Massa bersikukuh ingin menemui dan berbicara langsung dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel yaitu Supian HK terkait tuntutan Selamatkan KPK. Akan tetapi, sejak aksi pertama hingga aksi ketiga Supian HK enggan menemui dengan dalih lonjakan kenaikan Covid-19.
Massa geram dengan sikap ketua DPRD Provinsi Kalsel tersebut. Hingga akhirnya mereka memaksa masuk ke kantor DPRD Kalsel dan terjadi bentrok antar aparat kepolisian dengan mahasiswa. Melansir dari catatan apahabar.com, polisi sempat mengamankan tujuh mahasiswa ke halaman kantor DPRD Kalsel karena dianggap sebagai provokator, meski akhirnya kembali dilepas.
Hingga aksi demonstrasi “Selamatkan KPK” jilid III berakhir, sang ketua dewan sama sekali tidak memperlihatkan keberadaannya. Menghadapi rasa kekecewaan tersebut, Ahmad Rinaldy selaku Kordinator Wilayah BEM Se-Kalsel turut mengecam ketua dan jajaran DPRD Provinsi Kalsel dengan Mosi Tidak Percaya.
Supian HK Menanggapi Aksi Demonstrasi
Menanggapi aksi demonstrasi yang terjadi di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin pada Kamis (1/7) siang, Supian HK unggah komentar minta maaf menggunakan akun Instagram milik pribadi (@hsupianhk) dalam postingan @kabarkalsel.id yang menunjukkan video bentrok mahasiswa dan aparat polisi.

Pada laman Instagram pribadinya, Supian HK juga mengunggah postingan berupa surat penyampaian aspirasi atas tuntutan BEM Se-Kalsel kepada Presiden Jokowi dan surat undangan audiensi untuk BEM Se-Kalsel. Dalam takarir postingan tersebut, Ia mengucapkan permohonan maaf karena tidak bisa berhadir pada saat aksi.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, mudahan (semoga) buhan pian (kalian) diberikan kesehatan. Bismillahirrahmanirrahim dengan keadaan situasi kondisi saat ini dinegara kita melonjaknya kenaikan covid-19, ulun (saya) minta rela mohon maaf apabila tidak bisa berhadir, akan tetapi semua tuntutan dari pihak mahasiswa seluruh Kalimantan Selatan sudah kami sampaikan dan diterima melalui Kementrian Sekretariat Negara yang akan disampaikan kepada Presiden Indonesia bapak Jokowi, jadi kita semua sama sama menunggu keputusan dari pusat. Terimakasih minta rela,” tulis Supian dalam takarir postingan yang dikirim pada Jumat (2/7) sore.
Reporter: Snm
Editor: Sfz
