Akun WA Dosen Diretas, Modus Pelaku Minta Pulsa

Sharing is Caring
       
  
Peretas yang mengatasnamakan dosen ketika berusaha meminta pulsa pada Senin (12/10)

Senin (12/10) Sekitar pukul 1 siang tadi, ramai-ramai mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM mengunggah ulang tangkapan layar snapgram dari akun Instagram @esa_ulm. Diberitahukan, jika ada yang mengatasnamakan dosen untuk meminta hal-hal yang bersifat finansial agar tidak direspon, karena akun Whatsapp beberapa dosen Pendidikan Bahasa Inggris diretas oleh oknum yang tidak diketahui.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga akun dosen mengalami percobaan peretasan. Satu akun dosen telah berhasil diamankan. Satu belum diketahui kelanjutannya, dan akun lain berhasil diambil alih peretas. Akun tersebut mengatasnamakan salah satu dosen, Fatchul Mu’in.

Modusnya, pelaku mengirim pesan singkat kepada beberapa mahasiswa dengan kalimat pembuka yang senada, “Assalamualaikum semoga dalam keadaan yang sehat”. Pesan tersebut berlanjut kepada permohonan pelaku untuk dikirimkan pulsa. Nominal yang diminta beragam, mulai 200 ribu hingga 500 ribu rupiah.

Salah satu mahasiswa yang mendapat pesan ini, Redha, bahkan merugi setelah mentransfer pulsa kepada oknum tersebut.

Kronologinya, Redha dihubungi oleh salah satu temannya yang lain, memberitahukan bahwa pelaku sedang mencari orang yang menjual pulsa. Kebetulan, Redha juga menjual pulsa.

Belum menaruh curiga, ia mentransfer pulsa sebesar 200 ribu ke nomor 081918539150, nomor pelaku. Tak lama kemudian, pelaku meninggalkan pesan langsung kepada Redha, meminta tambahan pulsa 300 ribu lagi ke nomor yang sama. “Inggih kalau bisa dicukupkan 500rb, ditambah lagi 300 ribu,” pintanya dalam pesan tertulis.

Korban kembali mengisikan pulsa. Total, ia mengalami kerugian 500k. Tak jera, pelaku masih meminta pulsa, namun korban tidak mengisikan kembali karena curiga dengan gelagat pelaku dan telah mengonfirmasi kebenaran peretasan tersebut kepada operator prodi. Korban mengorek-ngorek nomor pelaku dan mendapat nomor baru, 085247877176.

Mahasiswa lain, Kimilia, mengaku mendapat pesan serupa. Namun, ia tak menggubris pesan tersebut karena sempat mendengar kabar peretasan akun dosen dan mengonfirmasi ke operator prodi.

Sejauh ini, langkah yang ditempuh adalah melaporkan hal tersebut ke operator prodi.
“Semoga kejadian ini ditindaklanjuti si ya, kalo bisa laporkan ke pihak yg berwajib supaya jera,” harap Kimilia.

Merespon hal ini, mahasiswa angkatan 2017 Pendidikan Bahasa Inggris kolektif mengumpulkan dana melalui top-up shopeepay atau dana untuk mengganti kerugian korban. “Bagiannya meanu donasi, di Engdept,” tutur Redha.

Dalam kurun waktu satu setengah jam, terkumpul dana sejumlah kerugian korban dan telah diserahkan kepada korban.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui siapa, motif, dan bagaimana pelaku meretas akun tersebut.

Sebagai pengingat, masing-masing narasumber meninggalkan pesan. “Kalo menurutku dari sisi student yang pasti harus hati-hati, kalo misalnya ada dosen yg ngechat dan dari awal kita sudah curiga itu bukan beliau jangan ragu buat mengkonfirmasi kepihak lain, kaya contohnya nanya langsung ke operator,” pesan Kimilia.

Redha juga meninggalkan pesan agar berhati-hati. “Saranku WA diverifikasi 2 kali,” tutupnya.

Reporter: Ayn, Aqb
Penulis: Ayn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *