
Banjarmasin, Warta JITU – Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (LPM Dinamika UIN SU) telah selesai menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Pena Persma 2020 secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (17/12).
Kegiatan yang mengusung tema “Jurnalisme Multimedia” ini diselenggarakan selama empat hari dari tanggal 14-17 Desember 2020, dengan diikuti sebanyak 35 peserta dari 19 LPM di Indonesia -salah satunya LPM Warta JITU FKIP ULM-.
Adapun pemateri yang diundang dalam pelatihan ini yaitu Ahmad Supardi ( Jurnalis Mangobay Indonesia), Nana Riskhi Susanti (Head Of Multimedia Tempo.co), Zulfikar Epriyadi (Kreator Multimedia Tempo.co), dan Joe Handayana (WEB & SEO Manajer Ruang Guru).
Pemateri yang diundang tentunya ‘bukan kaleng-kaleng’, mereka membawakan materi sesuai bidangnya yaitu tentang pelatihan penulisan feature “jurnalisme lingkungan”, narator berita, videografi dan video editing serta SEO Copywriting.
Salah satu peserta, Dewi Manjasari dari LPM Mercusuar Universitas Airlangga Surabaya mengungkapkan pendapatnya tentang PJTLN Pena Persma yang mengusung tema “Jurnalisme Multimedia”, menurutnya pelatihan yang diadakan sangat relevan dengan kebutuhan pers mahasiswa saat ini.
“Serangkaian kegiatan dan materi yang dipakai sangat kredibel dan bermanfaat buat aku. Menambah pengetahuan tentang pembuatan video, feature, narator, kelola web. Meski memang pastinya kurang kalau belajar sekali saja. Setidaknya dengan pemateri-pemateri yang dihadirkan dan handal pada bidangnya jadi basic buat kita belajar,” ungkap Dewi saat diwawancarai via whatsapp seusai penutupan PJTLN (17/12).
Lain hal dengan Rianza dari UKPM Sumberpost UIN Ar-Raniry Banda Aceh, ia turut memberikan tanggapan terkait pelaksanaan PJTLN Pena Persma 2020 yang diselenggarakan secara daring. Rianza menuturkan pelaksanaannya sangat bagus, meski dilaksanakan secara virtual para panitia dan peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti beragam kegiatan yang dilaksanakan pada PJTLN sejak hari pertama sampai selesai. Kemudian, jadwal pelaksanaan setiap kegiatannya pun sangat tepat, sesuai dengan rundown yang sudah ditetapkan oleh para panitia.
“Pokoknya nggak rugilah bisa ikut PJTLN Pena Persma 2020,” ucap Rianza (17/12).
Kegiatan PJTLN Pena Persma 2020 yang diselenggarakan secara daring ini, mulanya sempat diundur agar pelaksanaan secara luring sama seperti tahun sebelumnya dapat dijalankan. Namun, karena situasi tidak memungkinkan akibat pandemi covid-19 hasilnya dilaksanakan secara daring. Hal ini diterangkan oleh Asep Muhammad Sobirin selaku Ketua Pelaksana Pena Persma 2020. “Iya nih, padahal ini sengaja diundur untuk kalau bisa diadakan secara langsung, tapi pas diundur ternyata sama aja, harus daring juga,” akunya.
Meskipun dilaksanakan secara daring, Annisari yang di amanahi menjadi pendamping peserta dalam pelaksanaan PJTLN Pena Persma 2020 kali ini menyampaikan perasaan senang karena bisa dekat dengan teman-teman persma yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.
“Selama 4 hari ini tentunya lebih berasa jobdesc, kalau dibandingin dengan sebelum pelaksanaan PJTLN. Dalam empat hari ini lebih alhamdulillah bisa lancar mendampingi peserta karena bantuan ucok nya juga. Gak terlalu repot la karena daring, paling cuma komunikasi nya aja yang sedikit kurang karena lagi-lagi jaringan sehingga terhalang buat intens komunikasi ke peserta,” tutur Anis.
Pada akhir kegiatan, Pemimpin Umum LPM Dinamika UIN SU –Wahyu Nizam – dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih dan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung kepada seluruh peserta, serta tak lupa mengucapkan selamat kepada peserta dan tim yang berhasil menjadi juara dalam simulasi pelatihan feature dan videografi.
Reporter: Sfz, Yna
Editor: Sfz
