Data Mahasiswa Diduga Bocor, Ribuan Mahasiswa ULM Diteror Telepon Misterius!

Data Mahasiswa Diduga Bocor, Ribuan Mahasiswa ULM Diteror Telepon Misterius!

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU — Ribuan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengalami teror telepon misterius dari nomor berawalan 0888. Penelepon mengaku dari kepolisian dan diduga mengetahui identitas mahasiswa secara rinci, sehingga memicu kekhawatiran akan kebocoran data pribadi.

Ketua BEM ULM, Ady Jayadi, menegaskan bahwa teror ini telah menyebar luas ke mahasiswa dari berbagai fakultas.

“Yang perlu digarisbawahi, ini bukan hanya terjadi di satu fakultas, tetapi sudah melebar ke seluruh mahasiswa ULM,” ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, BEM ULM telah mengambil beberapa langkah.

“Pertama, saya sudah berkoordinasi dengan seluruh pimpinan fakultas agar informasi ini dapat disampaikan melalui berbagai media di fakultas masing-masing, termasuk melalui BEM, ormawa, himpunan mahasiswa, dan LPM. Mahasiswa diimbau agar tidak merespons teror ini, dan kami mendorong pimpinan rektorat untuk mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.

Selain itu, BEM ULM juga telah berkoordinasi dengan berbagai ormawa dan Wakil Rektor III, Bapak Rusmin.

“Alhamdulillah, WR III sudah merespons dengan baik. Namun, perlu ada diskusi lebih lanjut bersama pimpinan rektorat agar mahasiswa mendapat informasi yang jelas terkait langkah yang akan diambil,” tambahnya.

Ketua BEM ULM juga telah menghubungi pihak UPA TIK (Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang mengelola data internal kampus.

“Saya sudah memberikan perhatian khusus kepada UPA TIK agar kasus ini diproses dengan serius. Jangan sampai kebocoran data ini menjadi faktor yang merugikan mahasiswa dan mencoreng keamanan sistem informasi ULM,” tegas Ady Jayadi.

Sementara itu, Ketua BEM FKIP ULM, Andri Noor Azumadi, menyebut bahwa fakultasnya menjadi salah satu yang paling banyak terdampak.

“Hampir seluruh program studi di FKIP mengalami teror ini, bahkan ada satu angkatan penuh yang menerima panggilan dari nomor yang sama,” katanya saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Andri juga mengatakan bahwa BEM FKIP telah membuka layanan pengaduan dan mengimbau mahasiswa untuk tidak mengangkat telepon dari nomor mencurigakan. Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wakil Dekan III FKIP, Bapak Ali, terkait langkah-langkah pengamanan yang bisa dilakukan di tingkat fakultas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak rektorat ULM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data ini. Mahasiswa berharap ada tindakan konkret untuk menjamin keamanan data mereka dan mencegah insiden serupa terjadi lagi.

Penulis: Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *