Mimpi

Sharing is Caring
       
  

Sudah kubilang hari ini sangat aneh, semua yang kulihat tidak seperti biasanya.

GEMINI, mimpi

Hari ini seperti biasa aku pergi untuk berkelana, entah untuk apa. Aku hanya berjalan tanpa tujuan, melihat kehidupan, melihat seberapa keras hari yang dilalui orang hari ini. Baru menapakkan kaki beberapa meter dari rumahku, aku kebingungan melihat betapa riangnya para wanita yang kutemui. Aku menatap tetanggaku, seorang istri sekaligus  ibu dari tiga orang anak, kulihat hari ini ia tidak memiliki memar atau luka, ia sangat  terlihat sumringah sambil menyiram bunga di halaman rumahnya.

Aku terus berjalan dengan rasa bingung dan kali ini aku melihat seorang remaja perempuan berlari yang sekekali menari kecil memamerkan baju barunya, aku ikut tersenyum karena ia sepertinya sangat suka dan nyaman dengan baju crop top dan rok selututnya. Berbelok di persimpangan jalan, kembali terlihat seseorang yang kukenal, tetapi sebentar aku agak lupa namanya. Oh! Iya, aku ingat, dia si cantik dan berbakat dari kelas sebelah. Seingatku dia menikah tahun lalu dengan seorang pria di tempat kerjanya dan berhenti bekerja karena suaminya hanya ingin dirinya untuk menjadi ibu rumah tangga padahal saat itu ia sedang di puncak karirnya. Namun, sekarang apakah aku salah lihat? Ia memasuki kantor tempat ia bekerja dulu.

Sudah kubilang hari ini sangat aneh, semua yang kulihat tidak seperti biasanya. Kepalaku menjadi sedikit pusing, sepertinya aku harus membeli air putih dan beristirahat sejenak. Aku berjalan menuju warung di seberang jalan. Sekali lagi aku menemukan kejanggalan, janggal melihat warung yang aku tuju sekarang tidak ada segerombolan laki-laki yang sering bersiul dan menggoda para gadis, tetapi ini sangat melegakan bagiku. Biasanya aku ingin cepat-cepat pergi dari warung itu setelah barang yang aku beli sudah di tangan karena merasa tidak nyaman dengan candaan genit yang mereka lontarkan.

Sekarang aku berjalan menuju taman kota untuk mengistirahatkan diri, tiba-tiba seorang nenek tua menghampiriku. Ia berkata, “Kamu suka mimpi ini?”

Aku terheran. Bergumam dalam hati, “Apa lagi ini, ya, Tuhan?”

Mungkin karena melihat ekspresi bingung di wajahku, beliau kembali berujar bahwa sekarang aku sedang berada dalam mimpiku. Aku tersadar, aku pernah berandai-andai, bagaimana keadaan dunia ini jika tidak ada laki-laki yang bajingan.


Penulis: Gemini

Editor: Kar, Ums

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *