Banjarmasin–LPM Warta JITU, Dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di kawasan Asia Pasifik, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar expo bertema “Peran Lahan Basah dalam Pembangunan Berkelanjutan.” Tema ini dipilih sebagai wujud komitmen ULM terhadap visi dan misinya yang berorientasi pada pengelolaan serta pelestarian lingkungan lahan basah.
Acara yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Desember ini menampilkan produk dari Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi hasil penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, berbagai program studi, hasil riset, serta ciri khas setiap fakultas juga dipresentasikan.
Hadrianti, selaku panitia, menjelaskan, expo ini bertujuan memadukan pemahaman mengenai pentingnya lingkungan lahan basah dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bagaimana pengelolaan lahan basah dapat mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus menjadi solusi atas tantangan pembangunan di era modern,” ungkapnya.
Salah satu partisipan, Fakultas Kehutanan, menghadirkan berbagai produk unggulan seperti nampan talenan, arang, kayu manis, madu, gula dari nipah, serta kerajinan gantungan kunci dan gelang dari potongan ranci. Fakultas ini juga memamerkan produk inovatif, seperti minyak hasil laboratorium, arang dari limbah kayu gergaji, dan sabun berbahan alami. Tak ketinggalan, burung hantu turut dihadirkan sebagai simbol keanekaragaman fauna.
Rina Kanti, Ketua Tim Fakultas Kehutanan yang ditunjuk oleh dekan, menjelaskan tujuan fakultasnya mengikuti expo ini.
“Melalui expo ini, kami ingin menampilkan kekayaan hutan sekaligus inovasi mahasiswa. Harapan kami, acara ini bisa menjadi agenda tahunan dengan persiapan yang lebih matang,” ujar Rina.

Ia juga menambahkan harapannya untuk masa depan expo ini.
“Harapan saya semua fakultas di ulm dengan adanya ini bisa mengexplore dan berlanjut dalam satu tahun sekali agar bisa mempersiapkan lebih lama” ungkap Rina.

Expo ini menjadi wujud nyata komitmen ULM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat Asia Pasifik, selaras dengan visi ULM sebagai universitas berbasis lingkungan lahan basah.
Penulis: Dewi
Penyunting: Mike
