Banjarmasin, Warta JITU – Himpunan Mahasiswa Teknologi Pendidikan (HIMA TEKPEND) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menyelenggarakan acara Grand Final Putra dan Putri Teknologi Pendidikan 2024 pada Senin (18/11). Acara yang berlangsung di Aula Banjarmasin Creative Hub ini dimulai pukul 15.15 WITA dan mengusung tema “Unggul dalam Ilmu, Anggun dalam Sikap.”
Setelah vakum hampir 5 tahun lamanya, kegiatan ini kembali diselenggarakan untuk mencari bibit-bibit unggul di Program Studi Teknologi Pendidikan serta meningkatkan sinergitas antara himpunan dan program studi.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan, dosen, tenaga kependidikan, dewan juri, pengurus HIMA TEKPEND, dan panitia pelaksana.
Ketua Pelaksana Putra dan Putri Teknologi Pendidikan 2024, Muhammad Ikhsan, menjelaskan, ajang ini dimulai pada 15 November 2024 melalui serangkaian kegiatan yang harus dilalui oleh para finalis.
“Untuk rangkaian kegiatan, kita dari pertama ada technical meeting, tes wawancara, tes tertulis, dan pembekalan materi tentang campus ambassador dan kawasan ketekpenan, diselenggarakannya pada tanggal 15 November 2024, bertempat di prodi teknologi pendidikan,” jelas ikhsan.

Ikhsan berharap dengan terlaksananya kegiatan ini putra dan putri teknologi pendidikan bisa terus maju ke tingkat yang lebih tinggi, baik tingkat fakultas atau universitas.
Bersamaan dengan hal itu, Ketua Departemen Bakat dan Minat Mahasiswa (BAKMINWA), Haida Nabila menambahkan terkait tahapan-tahapan seleksi yang dilakukan untuk memastikan kualitas dari setiap finalisnya.
“Seleksi dimulai dengan penilaian berkas, wawancara, dan tes tertulis. Semua soal tes tertulis dan wawancara kami diskusikan dengan juri serta pihak program studi untuk menentukan standar penilaiannya secara bersama-sama,” tutur Haida saat diwawancarai langsung.
Dalam memastikan proses seleksi yang adil serta menghasilkan peserta berkualitas, berbagai langkah strategis diterapkan. Meski begitu, setiap tahap seleksi tak lepas dari tantangan.
“Memang tidak bisa disebutkan satu per satu karena setiap rangkaian pasti memiliki tantangan tersendiri,” ujar Haida.
Menurutnya, menjaga komunikasi tetap lancar menjadi prioritas utama. Jika muncul kesalahpahaman atau kendala tertentu, langkah terbaik adalah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah tersebut.
“Kita benar-benar harus sistem jemput. Kalau ada sesuatu yang tidak sesuai atau ada mis komunikasi, kita langsung jemput masalah tersebut untuk mencari solusi,” tambahnya.

Ketua Umum HIMA TEKPEND FKIP ULM, Akhmad Fadhil Amara, menyampaikan, acara ini memberikan kesan mendalam bagi panitia dan peserta.
“Program kerja ini merupakan program kerja yang sudah lama tidak berjalan, mungkin terakhir berjalan sekitar 5 sampai 6 tahun yang lalu, jadi saya kembalikan lagi ada diperiode sekarang, mungkin ini pasti akan berkesan untuk peserta, karena setelah sekian lama ada putra putri tekpend lagi di program studi kami, dan himpunan kami. Untuk panitia sendiri kenapa jadi ini bisa sangat berkesan, karena ini merupakan program kerja terakhir di periode saya, yang merupakan program kerja terbesar yang ada di kabinet saya kali ini,” ucap Fadhil.

Meski sempat mengalami beberapa tantangan, pelaksanaan Putra dan Putri Teknologi Pendidikan berjalan lancar dan sukses. Berbagai rangkaian acara mulai dari seleksi sampai grand final, terlaksana dengan baik.
Muhammad Ihsan Makhlufi dan Naila Hanun resmi dinobatkan sebagai Putra dan Putri Teknologi Pendidikan 2024. Keduanya berbagi cerita mengenai motivasi, persiapan, dan kontribusi yang ingin mereka berikan setelah meraih gelar tersebut.
Bagi Ihsan, ajang ini bukan hanya tentang pengembangan diri, tetapi juga wujud pengabdian kepada program studi Teknologi Pendidikan.
“Motivasi saya adalah untuk mengabdi kepada program studi Teknologi Pendidikan agar dapat berkembang lebih baik lagi,” ungkap Ihsan.
Sementara itu, Hanun melihat ajang ini sebagai peluang untuk belajar dan bertumbuh.
“Saya suka mencoba hal baru karena semua pengalaman adalah kesempatan untuk berkembang. Harapannya, apa yang saya sampaikan selama seleksi dan grand final tidak hanya menjadi kata-kata, tetapi benar-benar bisa saya wujudkan,” harapnya.

Dalam menghadapi seleksi, Ihsan mengakui, persiapan yang dilakukan cukup beragam, terutama dalam hal public speaking dan tes tertulis.
“Saya banyak berlatih berbicara di depan kaca, berbicara di depan umum, dan melakukan latihan lainnya,” kata Ihsan.
Berbeda dengan Ihsan, Hanun lebih mengandalkan spontanitas dalam berbicara.
“Persiapan saya tidak banyak, lebih fokus pada menyiapkan berkas dan materi untuk public speaking. Kebanyakan saya berbicara secara spontan,” sahutnya.
Sebagai Putra dan Putri Teknologi Pendidikan, Ihsan dan Hanun memiliki rencana untuk memberikan dampak positif bagi program studi dan universitas.
“Kami akan mempromosikan dan mengenalkan Teknologi Pendidikan ke dunia luar, agar masyarakat lebih memahami apa itu Teknologi Pendidikan,” pesan Ihsan.
Hanun menambahkan, langkah mereka ke depan akan didiskusikan bersama, memastikan semua yang sudah direncanakan sejak awal dapat terealisasi.
“Semoga apa yang kami sampaikan sejak seleksi hingga grand final benar-benar bisa kami wujudkan,” tutup Hanun.
Dengan terpilihnya Ihsan dan Hanun, mereka diharapkan dapat menjadi wajah baru yang membawa semangat perubahan dan kontribusi nyata bagi program studi Teknologi Pendidikan di ULM.
Penyunting: Mike
