Mau Wisuda? Aturan Unik Rektor ULM Kini Wajib Tanam Pohon Sebelum Terima Ijazah

Mau Wisuda? Aturan Unik Rektor ULM Kini Wajib Tanam Pohon Sebelum Terima Ijazah

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU – Sejumlah Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Banjarmasin dan Banjarbaru di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan aksi Penanaman Pohon dan Urun Rembuk Ormawa dengan Rektorat Universitas Lambung Mangkurat pada Sabtu (2/11).

Proses Penanaman pohon dari perwakilan ormawa ULM (Foto: Fahmi/wartajitu.com)

Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 hingga 15.00 WITA. Diisi dengan arahan oleh tim KHDTK dan penanaman pohon oleh mahasiswa seluas 1.617 hektar. Luas lahan tersebut memerlukan program rehabilitasi. Penanaman ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan lingkungan.

Kegiatan ini merupakan salah satu gerakan menanam pohon yang dilaksanakan oleh civitas akademik ULM dan diikuti oleh seluruh ormawa ULM. Berlokasi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Universitas Lambung Mangkurat (KHDTK ULM) Mandiangin, Kabupaten Banjar. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, beserta jajarannya.

Urun rembuk ormawa bersama Rektor ULM (Foto: Fahmi/wartajitu.com)

Menurut Rektor ULM, ormawa tentu saja merupakan bagian dari generasi nusa dan bangsa yang perlu berkontribusi dalam rangka melestarikan lingkungan.

“Semakin tinggi kualitas lingkungan yang kita miliki, semakin tinggi pula kualitas kehidupan kita sebagai masyarakat Indonesia dan bagian dari dunia,” jelas Ahmad.

Kemudian Ahmad menambahkan, ada kebijakan baru tentang syarat wisuda.

“Untuk menunjukkan kepedulian mahasiswa dan seluruh civitas akademik di ULM, maka kita berlakukan aturan, seperti dosen untuk kenaikan pangkatnya dan mahasiswa jangan dikasih ijazahnya kalau dia tidak menanam pohon. Aturan berlaku mulai hari ini. Kegiatan ini dibuktikan dengan adanya sertifikat,” paparnya.

Rektor menyatakan anggaran ormawa akan dinaikkan tahun depan dan persentase kenaikannya akan didiskusikan kembali.

“Masalah persentasenya akan didiskusikan lagi berapa mampunya dan untuk dana BOPTN naik dari 54 miliar ke 70 miliar,” ungkapnya.

Besar harapan Rektor dengan adanya KHDTK dan hutan mangrove, mahasiswa lebih peduli lagi dengan lingkungan sehingga menjadi bagian dari masyarakat dunia untuk kepentingan bangsa dan negara.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh para peserta, salah satunya Astin Silva Ivana Pawarrangan yang turut menyampaikan kesan dari kegiatan ini dan harapan untuk ke depannya.

“Kegiatan hari ini sangat seru. Kegiatan ini menanam pohon kan, ya? Jadi, ke depannya bakal berguna untuk kehidupan kita semua dan untuk anak dan cucu kita. Harapannya dengan kegiatan ini semoga bermanfaat untuk kita semua,” ucap Astin.

Penulis: Aulia H

Penyunting: Dyaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *