Workshop Kreator Konten Berbuah Aksi Nyata di Konservasi Bekantan

Workshop Kreator Konten Berbuah Aksi Nyata di Konservasi Bekantan

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU – Program Studi Pendidikan IPS ULM (Prodi PIPS) menyelenggarakan kegiatan Workshop Kreator Konten dengan tema Revitalisasi Kreator Konten di Era Digital “more expressive, more expensive” pada Kamis (31/10).

Kegiatan Workshop Kreator Konten memiliki dua agenda acara, dimulai pada Rabu (30/10) pukul 16:00 WITA yang dilaksanakan melalui zoom meeting dengan penyampaian materi fotografi oleh Rasyid Ridha. Agenda kedua, implementasi dari materi fotografi dengan mengunjungi tempat konservasi bekantan di Pulau Curiak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan pada Kamis (31/10) pukul 07:00 WITA.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa/i Prodi PIPS angkatan 2023 dan angkatan 2024.

Kegiatan ini dilaksanakan karena Prodi PIPS berasal dari Social Science yang dasarnya mengenai lingkungan, baik tingkah laku manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.

Adapun inti dari kegiatan ini yaitu melakukan penanaman pohon mangrove sebanyak 10 bibit di sekitar tempat konservasi bekantan.

Dosen Prodi PIPS, Raihanah Sari, menyampaikan tujuan kegiatan ini ialah untuk mengedukasi mahasiswa/i Prodi PIPS agar peduli dengan lingkungan lahan basah yang memiliki potensi sebagai tempat konservasi bekantan dan menjadi endemik di Kalimantan.

“Mengajak kepada mahasiswa untuk mengedukasi bahwa ada beberapa kerja sama yang rutin dilakukan oleh kegiatan IPS.” tutur Raihana.

“Ini bisa dilakukan untuk mengkaji terkait khususnya lahan basah kan ya, bahwa ada potensi-potensi yang ada di Kalimantan. Salah satunya bekantan ini adalah endemik yang hanya ada hidup di Kalimantan,” jelasnya.

Raihanah Sari menambahkan, ada harapan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu agar mahasiswa/i Prodi PIPS mendapatkan ide untuk melakukan riset dan pengabdian nantinya.

Kegiatan kunjungan pada konservasi bekantan bekerja sama dengan salah satu dosen program kimia dan stasiun riset bekantan, Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia.

Pengelola tempat konservasi bekantan, Dewita, memberikan harapannya untuk mahasiswa/i yang mengikuti kegiatan ini agar dapat menambah wawasan serta kepedulian terhadap ekosistem yang ada, terlebih lagi daerah sekitar identik dengan lahan basah. Dengan adanya konservasi bekantan, Pulau Curiak diharapkan ke depannya semakin meningkatkan populasi bekantan.

“Didasari oleh jumlah bekantan yang dulunya sangat sedikit, sekitar 14 ekor, mendorong kita untuk melakukan rehabilitasi bekantan dengan tujuan untuk mencegah punahnya populasi bekantan yang ada sebagai endemik Pulau Kalimantan,” ucap Dewita.

“Tempat tinggal bekantan yang berada di kawasan mangrove juga mendorong dan mengharuskan kita untuk menjaga kawasan tersebut dengan perawatan serta penanaman secara berkala,” tutupnya.

Penulis: Nova Asri

Penyunting: Asil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *