Aksi Kawal Putusan MK Berakhir Ricuh, Tinggalkan Pesta Represifitas

Aksi Kawal Putusan MK Berakhir Ricuh, Tinggalkan Pesta Represifitas

Sharing is Caring
       
  

Banjarmasin, Warta JITU– Demonstrasi terkait putusan Mahkamah Konstitusi yang digelar di Banjarmasin pada Jumat (23/8) malam berakhir ricuh. Bentrokan antara pendemo dan aparat keamanan mengakibatkan puluhan korban luka-luka.

Setelah aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak sore hari, para mahasiswa kembali menggelar orasi dan negosiasi dengan pihak DPRD pada malam hari. Sayangnya, sebagian besar tuntutan mahasiswa masih belum menemui titik temu.

Potret Aksi Demonstrasi Mahasiswa kawal putusan MK kembali dilakukan pada malam hari (dok. Warta JITU)

Hal itu, membuat demonstrasi mahasiswa semakin memanas dan menolak untuk mundur. Upaya aparat kepolisian untuk meredakan situasi dan membubarkan massa tidak membuahkan hasil, sehingga terjadi aksi dorong-mendorong dan kericuhan.

Kepala Departemen Pergerakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Haykal Yosipratama melaporkan, dalam situasi yang sedang berlangsung tersebut, terlihat beberapa demonstran terluka dan membutuhkan pertolongan medis.

Potret salah satu demonstran menjadi korban luka (dok. Warta JITU)

“Beberapa mahasiswa yang menjadi korban luka dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh tim kesehatan gabungan dari KSR dan pihak kesehatan lainnya. Sejumlah mahasiswa ada yang berhasil ditangani di tempat. Tim pengatur demo juga menyediakan safe zone di belakang area demonstrasi,” ungkap Haykal saat diwawancarai pada Jumat (23/08) malam.

Haykal juga menambahkan, informasi terbaru terkait korban luka, sebagian yang sudah dibawa ke rumah sakit dapat dipulangkan setelah mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Koorlap ULM, Adi Jayadi turut menuturkan kondisi yang sedang berlangsung saat para demonstran mahasiswa mengatur formasi, terjadi kekacauan yang memicu provokasi dan berujung pada bentrokan dengan aparat keamanan.

“Kami merasa sedih melihat ada teman-teman yang menderita karena terkena pukulan dari aparat. Harapannya dari tim Lembaga Bantuan Hukum dan HAM (LBH) bisa ikut membersamai menyambut teman-teman masa aksi hari ini,” tuturnya.

Menimbang situasi yang semakin memanas dan potensi terjadinya bentrokan yang lebih besar, sekitar pukul 21.30 WITA, para pemimpin demonstrasi memutuskan untuk membubarkan massa dan meminta seluruh peserta aksi untuk kembali ke tempat yang aman.

“Tentunya, mahasiswa merasa kecewa dan melontarkan kritikan pedas pada kinerja pemerintah dan sistematis di bawahnya langsung meneriakannya dengan lantang,” pungkas Kadept Pergerakan BEM FKIP ULM saat ditanya mengenai sikap para demonstran, menanggapi hasil akhir orasi dan keputusan pembubaran.

Para demonstran mengalami tindakan represif ketika aksi demonstrasi mahasiswa dihadang oleh aparat kepolisian saat berusaha memasuki gedung DPRD.

Penulis dan Penyunting: Divisi Berita dan Tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *