Banjarmasin, Warta JITU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan Konsolidasi Darurat pada Kamis (22/8) bertempat di General Sport Center, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ULM dengan tujuan mengkonsolidasi keresahan mahasiswa maupun pihak lain yang memiliki keresahan yang sama.
Dengan adanya konsolidasi ini, BEM ULM bersama sejumlah mahasiswa membahas isu berkaitan dengan konstitusi yang sudah dijalankan terus menerus oleh rezim Joko Widodo dan inkonsisten lembaga-lembaga pemerintahan yang dipergunakan untuk kepentingan suatu kelompok.
Ketua Umum BEM ULM, Muhammad Syamsu Rizal menegaskan, pentingnya peran mahasiswa untuk menyuarakan keresahan terkait masalah ini. Menurutnya, mahasiswa dapat menjadi ‘penyambung lidah’ bagi masyarakat kecil.

“Peran mahasiswa sangat penting dan mendasar karena pada dasarnya power mahasiswa itu kuat. Mahasiswa sebagai agent of change, punya power untuk menggedor dan menendang rezim Joko Widodo,” tukas Syamsu.
Syamsu mengungkapkan, konsolidasi ini akan menjadi pemantik agar dapat menggerakkan hari mahasiswa. Tak hanya bertempat di General Sport Center FISIP ULM, konsolidasi darurat ini akan dilaksanakan di 11 fakultas ULM.
“Langkah selanjutnya untuk memastikan kegiatan konsolidasi ini efektif adalah dengan menggelar aksi besar-besaran yang bertempat di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Kami juga mengundang seluruh mahasiswa dan lembaga pers yang bisa berhadir besok untuk turun ke jalan,” ungkap Syamsu.
Salah satu peserta konsolidasi sekaligus Kepala Bidang Pergerakan BEM Fakultas Hukum ULM, Nur Amalia Putri mengaku akan mendukung dan membersamai aksi ini.

“Kita harus bisa bersama-sama, tidak hanya dari kalangan tertentu. Harus tertib dan jangan ada kericuhan. Tujuan kegiatan ini harus jelas agar tidak mengabaikan hal-hal yang penting,” tutup Lia.
Penulis: Dewi
