Banjarmasin, Warta JITU — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat mengadakan acara diskusi online yang bertajuk “Kesiapan Pemerataan Kuliah Tatap Muka Semester Ganjil di Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat”, Sabtu (18/6). Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 14.00 WITA-selesai, yang dihadiri kurang lebih 75 peserta.
Diskusi yang dilakukan secara daring ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan Universitas Lambung Mangkurat dalam melaksanakan perkuliahan tatap muka pada semester ganjil yang akan datang. Pemaparan diskusi kali ini dihadiri oleh beberapa narasumber, yaitu Wakil Rektor Bidang Akademik Aminuddin Prahatama Putra, Kepala SCHS Banjarbaru dan Dekan FHB yoUCB Banjarmasin Syahrial Shaddiq, dan Ketua BEM ULM 2021 Ahmad Rinaldi.
Pada diskusi kali ini, Aminuddin Prahatama Putra menyebutkan bahwa ULM bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi dengan syarat protokol kesehatan yang ketat, sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, dan mengimbau para mahasiswa agar mengikuti program vaksinasi. Ia juga menyebutkan bahwa perkuliahan untuk semester ganjil mendatang direncanakan akan dilaksanakan secara tatap muka penuh atau minimal pertemuan campuran (hybrid learning). Hal ini diupayakan untuk menghindari dampak negatif, seperti hilangnya motivasi belajar dan mengurangi resiko learning loss terhadap para mahasiswa. Selain itu, ada indikasi bahwa PKKMB 2022 akan dilaksanakan secara luring dengan melihat jika situasi semakin memungkinkan untuk melaksanakan acara secara luring.

Syahrial Shaddiq juga mengungkapkan pendapatnya berkaitan dengan kesiapan pemerataan kuliah tatap muka di ULM. “Kesiapan pemerataan pendidikan kuliah tatap muka semester ganjil di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat” akan terlaksana dengan baik jika situasi dan kondisi berangsur memulih (new normal) dan mendukung untuk dilakukannya kuliah tatap muka sesuai dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh pemerintah, khususnya peraturan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) tentang peraturan perkuliahan secara luar jaringan,” ungkapnya.
Ahmad Rinaldi selaku pemateri ketiga mengungkapkan tiga alasan utama mengapa ULM harus siap melaksanakan PTM pada semester ganjil mendatang. Alasan pertama, vaksinasi sudah gencar dilaksanakan di lingkungan ULM. BEM ULM bersama tenaga medis dan aparat setempat gencar melaksanakan vaksinasi gratis bagi warga kampus yang belum melakukan vaksinasi. Berdasarkan pendataan terbaru, didapatkan 10 ribu lebih mahasiswa ULM telah divaksin. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari lima puluh persen warga kampus telah divaksin sehingga Rinaldi berpendapat tidak ada alasan bagi kampus tidak melaksanakan PTM. Alasan kedua, terjadinya learning loss dan waktu kuliah yang tidak stabil. Menurutnya, learning loss banyak dirasakan oleh mahasiswa ULM saat melaksakan kuliah daring. Mahasiswa cenderung paham terhadap pembelajaran hanya sekitar dua puluh sampai tiga puluh persen saja. Pada saat dosen menjelaskan materi pembelajaran, tak sedikit mahasiswa yang makan, bermain gawai, atau bahkan tertidur. Waktu kuliah yang tidak stabil dirasakan oleh mahasiswa saat perkuliahan daring akibat dari beberapa mata kuliah yang dilaksanakan tidak sesuai jam perkuliahan seharusnya. Waktu perkuliahan saat PTM dianggap lebih stabil karena dilaksanakan sesuai dengan jam perkuliahan yang ada. Alasan ketiga, tingkat minat mahasiswa dalam mengikuti organisasi dan kegiatan kampus menjadi rendah akibat dari perkuliahan daring. Peminat organisasi kampus, seperti BEM atau HIMA menjadi berkurang akibat tidak banyak diketahui mahasiswa dan sebagian besar mahasiswa yang masih berada di kampung halaman. Dengan dilaksanakan PTM di kampus, diharapan minat mahasiswa dalam mengikuti organisasi tidak berkurang dan peminatnya pun tidak menurun.
Diskusi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang mendapat simpulan bahwa dengan melihat kondisi yang semakin membaik, perkuliahan semester ganjil akan dilaksanakan PTM seratus persen. Hal ini telah ditandai dengan dilaksanakannya wisuda secara luring beberapa waktu yang lalu dan PKKMB luring yang akan datang. Perkuliahan tatap muka ini diharapkan dapat membuat mahasiswa terhindar dari learning loss dan membuat pembelajaran lebih efektif.
Editor : Aff
