
Banjarmasin, Warta JITU– Melonjaknya kasus positif Covid-19 pada awal tahun ajaran 2021-2022 membuat beberapa sekolah belum siap untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Kendati demikian, tidak sedikit pula sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka dengan berbagai macam sistem dan peraturan yang diterapkan oleh sekolah. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh pada kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) yang umumnya mahasiswa keguruan akan melaksanakan praktik mengajar langsung.
FKIP ULM (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendikan Universitas Lambung Mangkurat) salah satunya diketahui akan tetap melaksanakan kegiatan PPL dengan dua pilihan yaitu luring atau daring. Hal ini ditegaskan langsung oleh Harpani selaku kepala Unit Micro Teaching dan Praktik Kerja Lapangan (UMT PPL) FKIP ULM, ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa konsultasi pada sekolah-sekolah mitra serta sudah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pimpinan fakultas. Beberapa sekolah sudah menyampaikan data-data dan kesiapannya untuk menjadi sekolah dan lembaga mitra dalam melaksanakan PPL tahun ajaran 2021/2022 mendatang.
”PPL mahasiswa FKIP menggunakan sistem ada yang daring, ada yang luring. Jadi bagi sekolah yang bisa melaksanakan luring kita akan adakan luring dan bagi sekolah yang tidak bisa kita laksanakan daring, “ tutur Harpani saat diwawancara via Google Meet pada Rabu (14/7) kemarin.

Harpani menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada masalah, karena pelaksanaan PPL luring maupun daring sudah mempunyai panduan seperti kegiatan PPL pada tahun sebelumnya. Jumlah pertemuan PPL tetap sama seperti tahun yang lalu yaitu hanya 6 kali praktik yang tergabung dalam bentuk luring maupun daring. Terkait lokasi sekolah meliputi wilayah Banjarmasin, Barito Kuala, Martapura dan Banjarbaru. Sejauh ini kurang lebih 1.400 mahasiswa diketahui sudah mendaftar PPL.
Sebelum mahasiswa melaksanakan PPL, unit micro teacing FKIP ULM rencananya akan memberikan pelatihan membuat media pembelajaran dengan sistem online yang dilatih oleh tim ahli dari UPI Bandung. Setiap program studi akan diwakili oleh dua mahasiswa. Perwakilan mahasiswa inilah yang akan menyampaikan kembali hasil pelatihan kepada mahasiswa yang lain.
“Kami akan memberikan pelatihan kepada mahasiswa bagaimana membuat media pembelajaran dalam bentuk daring yang selama ini model-model pembelajaran yang dipakai adalah luring. InsyaAllah, saya sudah merencanakan di awal bulan Agustus akan diadakan pelatihan,” ungkap Harpani.
Walaupun situasi pelaksanaan PPL masih pandemi, Harpani mengharapkan semoga tidak menurunkan kualitas mahasiswa saat mengajar nantinya. Sekolah juga diharapkan dapat bekerja sama dengan baik demi menciptakan kualitas mengajar pada alumni. Dirinya juga menghimbau kalau bisa mahasiswa bisa merasakan praktik secara luring dan daring.
“Karena praktik secara langsung betul-betul akan menjadi akumulasi dari berbagai keterampilan dan ilmu yang di dapat untuk melaksanakan mengajar dengan profesional,” tutup beliau.
Reporter: Nid, Mav
Penulis: Mav
Editor: Mim, Sfz
