
Senin (12/7) awal ajaran baru bagi siswa sekolah, baik pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, menengah pertama maupun menengah atas sudah mulai dilaksanakan. Pembelajaran pada semester ganjil tahun 2021/2022 di Kalimantan Selatan sendiri dilakukan dengan ketentuan dari masing-masing instansi di kabupaten maupun provinsi terkait.
Salah satu kabupaten yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka bagi siswa sekolah dasar adalah Kabupaten Barito Kuala. Hal tersebut dilaksanakan atas Surat Edaran Bupati Barito Kuala Nomor: 800/771/Set – Disdik mengenai panduan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran dilaksanakan dengan pembatasan siswa persesi pembelajaran berjumlah 14 orang serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Pembelajaran secara tatap muka adalah idaman setiap siswa, guru dan orang tua siswa. Ketidakefektifan pembelajaran daring terutama bagi siswa sekolah dasar menjadi momok yang menyeramkan. Siswa kelas rendah yang memiliki hambatan dalam membaca, ketidakmampuan orang tua murid membimbing pembelajaran di rumah serta keluhan lain yang sering terdengar. Bagi penulis yang merupakan tenaga pengajar sementara pada salah satu sekolah dasar di Kabupaten Barito Kuala saat melihat antusiasme siswa dalam melakukan pembelajaran tatap muka merupakan hal yang tidak dapat dilewatkan. Sebuah kebahagiaan tersendiri melihat mereka belajar memakai seragam sekolah dan bercengkrama dengan teman sebayanya.
Lalu yang menjadi pertanyaan adalah amankah pembelajaran secara tatap muka?
Tentunya pembelajaran tatap muka di beberapa daerah telah dipertimbangkan sebaik mungkin oleh instansi terkait. Pun jika tidak memungkinkan, pembelajaran akan tetap dilaksanakan melalui sistem pembelajaran belajar dari rumah (BDR).
Pembelajaran yang dilaksanakan secara tatap muka tentu memiliki resiko yang besar. Pertumbuhan virus Covid-19 yang terus meluas, mungkin saja tidak terdeteksi. Masyarakat sekarang banyak abai mengenai protokol kesehatan. Jika kalian tinggal pada kawasan perkampungan, pasti tidak asing melihat warga yang tidak memakai masker, atau mungkin saya tebak, kalian salah satunya?
Begitu juga dengan kawasan sekolah. Siswa banyak yang masih belum memakai masker. Mencuci tangan? Tempat pencucian tangan didepan kelas hanya menjadi pajangan. Seolah-olah selebaran di depan sekolah mengenai protokol kesehatan hanya menjadi pajangan yang tidak dilirik.
Namun, sisi baik dari pembelajaran tatap muka juga perlu kita lihat. Siswa jauh lebih mudah untuk dibimbing dalam belajar. Orang tua tidak lagi terbebani dengan tugas yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan. Oh tentu menjadi beban, loh sekarang yang mengerjakan tugas siswa. Ya, selama pembelajaran daring yang menjadi pintar adalah orang tua, bukan siswa. Karena itu, pembelajaran tatap muka memang perlu dilaksanakan sesuai dengan keadaan.
Keamanan pembelajaran tatap muka adalah mengenai seberapa patutnya dengan protokol kesehatan yang ada, keamanan dan keadaan lingkungan sekitar mengenai virus Covid-19 serta bagaimana kita menyikapi pandemi yang tengah melanda.
Penulis: Yna
Editor: Mim
