
Warta JITU, Banjarmasin – Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota (DK) Banjarmasin telah selesai menyelenggarakan musyawarah kota pada Sabtu (6/3) malam kemarin di Griya Ulin Permai Banjarbaru.
Acara yang mengusung tema berjejaring dan saling menguatkan ini, dihadiri kurang lebih 13 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Adapun agenda yang dibahas yaitu forum Pimpinan Umum (PU) dan Pimpinan Redaksi (Pimred), penyampaian laporan pertanggung jawaban (LPJ) PPMI DK Banjarmasin, dan pemilihan sekjend (Sekretaris Jendral).
Dalam agenda forum PU dan Pimred, setiap LPM menyampaikan kendala dan hasil yang sudah dilaksanakan selama kepengurusan 3 bulan terakhir. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian LPJ pengurus. Ketika penyampaian, forum menyepakati bersifat interaktif dan hasilnya cukup alot. Peserta musyawarah turut aktif bertanya dan mengkritisi laporan pertanggung jawaban pengurus periode 2018-2020.
Setelah beragam pertanyaan peserta dijawab oleh pengurus, akhirnya disepakati LPJ PPMI DK Banjarmasin periode 2018-2020 diterima dengan catatan direvisi.
Sekretaris Jendral periode 2018-2020, Lutfi memaparkan bahwa kepengurusan mereka berjalan selama tiga tahun dengan berbagai tantangan yang dihadapi dan bersyukur mampu bertahan sampai akhir kepengurusan.
“Mungkin untuk perasaannya ada senang ada sedih, senangnya tanggungjawab berat yang dipikul selama 3 tahun menjabat terlepas dan sedihnya adalah sekarang jadi agak jarang berkumpul sama anak-anak LPM di kalsel karena gak ada alibi/alasan buat ngajak ngumpul,” tutur Lutfi.
Berakhirnya penyampaian laporan pertanggung jawaban pengurus PPMI DK Banjarmasin periode 2018-2020, agenda ditutup dengan pemilihan sekjend baru. Berdasarkan hasil musyawarah, akhirnya Panji Rizka Romadlona terpilih menjadi sekjend baru pada periode 2021-2022.
“Pesannya selalu jalani jabatan yang berat ini dengan senyuman, karena dengan senyuman kita bisa menjadi mudah dalam mencari solusi ketika ada masalah,” harap Lutfi kepada pengurus PPMI DK Banjarmasin baru nantinya (Sfz).
